GUNTUR SITOHANG DARI HARIAN BOHO SAMOSIR

Guntur Sitohang berbincang santai dengan Petrus Sitohang yang datang dari Pulau Bintan menemuinya di rumahnya di Harian Boho Samosir bulan April 2010 yang lalu.

Guntur Sitohang yang saat ini berusia 74 tahun, adalah maestro musik tradisional Batak Toba paripurna yang setia pada profesinya berasal dari Harian Boho Samosir Sumatera Utara.

Dia menguasai cara memainkan semua instrumen musik tradisional Batak Toba dan dapat menuliskan partiturnya dalam not Balok. Di samping itu dia juga mahir bermain dan melatih opera Batak maupun kesenian Batak Toba lainnya seperti manortor. Continue reading “GUNTUR SITOHANG DARI HARIAN BOHO SAMOSIR”

Natalie Sitohang Artis Masa Depan…

Dikirim oleh: Darwinto Sitohang (Pekanbaru – Indonesia)
melalui milis @sitohang.org, pada Sabtu, 30 Agustus 2008.

 

 

Natalie adalah puteri pertama dari seorang pomparan Sitohang yang berdomisi di Duri. Kota Duri, salah satu kota diprovinsi Riau ini merupakan Ladang minyak PT. Caltex Pacific Indonesia yang sekarang menjadi PT. Chevron Pacific Indonesia, dan dikota inilah Natalie dilahirkan pada tanggal 23 Desember 2003.

Continue reading “Natalie Sitohang Artis Masa Depan…”

ROSMALA SITOHANG: DARI OPERA BATAK KE CAFE BANDUNG

 

Baginya hidup adalah musik Batak. Eskistensi baginya adalah ketika dia berada di panggung dan bermain musik batak. Beri dia panggung untuk bermain, dia akan menemukan hidupnya dengan gembira.

Rosmala Sitohang adalah puteri Dari Uhum Sitohang, pendiri sekaligus pemilik Opera Batak Dos Roha yang sangat populer di Sumatera Utara pada tahun akhir 60 – 70an.  Opera Batak adalah jenis hiburan seni tradisional Batak yang dapat disejajarkan dengan ludruk untuk masyarakat Jawa. Continue reading “ROSMALA SITOHANG: DARI OPERA BATAK KE CAFE BANDUNG”

MARSIUS SITOHANG: DARI OPERA BATAK KE UNIVERSITAS

 

Seorang dosen musik tradisional Batak Toba yang tidak paham membaca dan menulis, berkeinginan untuk mendirikan sanggar seni sebagai upaya untuk melestarikan musik asli tanah kelahirannya.

“Sayang sekali nanti tak ada lagi anak-anak yang mengetahui tradisi ini. Saya coba mengajari anak-anak di kampung sekali seminggu, tapi tidak ada gairahnya,” kata Marsius Sitohang kepada BBC Siaran Indonesia.

Continue reading “MARSIUS SITOHANG: DARI OPERA BATAK KE UNIVERSITAS”