Pemkab Humbahas Gelar Pelatihan Musik Batak

Humbahas, Pelanginews
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menggelar pelatihan musik Batak bagi sejumlah guru di daerah itu dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Sumatera Utara (USU).

Kadis Perhubungan dan Pariwisata Humbahas, Mangupar Manullang, di Dolok Sanggul, Kamis, menyebutkan pihaknya mendatangkan maestro dan dosen kehormatan USU, Marsius Sitohang, Ketua Program Studi Magister Pengkajian Seni dan Penciptaan Pasca Sarja USU, Irwansyah Harahap dan Dosen Pasca Sarjana USU Rita Ony Sirait. Continue reading “Pemkab Humbahas Gelar Pelatihan Musik Batak”

Acara Penyerahan Gelar Kepada RE Nainggolan di PLOt Siantar, Sabtu 3 Marret 2012

Press Rilis dari PLOt Pematang Siantar:

R.E. Nainggolan

Dalam rangka 10 Tahun Revitalisasi Opera Batak, Pusat Latihan Opera Batak atau PLOt memiliki salah satu agenda penting dan apresiatif pada tahun ini, yakni Pemberian Gelar kepada sejumlah tokoh dan person yang berkontribusi dalam menggali Opera Batak. Dua Maestro Opera Batak, yakni Alister Nainggolan dan Zulkaidah Harahap mengawali penerimaan gelar itu pada bulan Januari lalu. Kemudian beberapa waktu lalu menetapkan pemberian gelar khusus kepada Dr. RE Nainggolan, MM. Continue reading “Acara Penyerahan Gelar Kepada RE Nainggolan di PLOt Siantar, Sabtu 3 Marret 2012”

SBY BERGELAR “PATUAN SORIMULIA RAJA”

Gelar Kehormatan Tokoh Adat Angkola menabalkan gelar kehormatan kepada Presiden RI SBY dan Ibu Ani. Sebeumnya tokoh adat menjelaskan makna gelar itu (Foto: Monang Naipospos, Laguboti)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono resmi mendapatkan gelar kehormatan dari sub-etnik batak, Angkola. Iringan tepuk tangan dan teriakan horas! mengiringi pemberian gelar ini.

Pemberian gelar berlangsung dalam suasana yang cukup terik di kawasan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Selasa (18/1).

Acara dimulai dengan pemberian pakaian kebesaran adat Batak dari lima puak atau sub-etnik Batak yakni, Batak Toba, Karo, Simalungun, Mandailing dan Pakpak Dairi. Satu per satu perwakilan pemuka adat menyematkan pakaian adat mereka.

Presiden SBY dan Ani Yudhoyono berdiri di tengah arena museum Batak sambil mengenakan pakaian tersebut. Masing-masing sub-etnik memiliki cara khas, mulai dari kain ulos hingga senjata tradisional berlapis emas.

Berbagai tarian khas Batak juga mengiringi penyematan baju adat ini. Ratusan warga yang menyaksikan acara tampak antusias. Continue reading “SBY BERGELAR “PATUAN SORIMULIA RAJA””

GUNTUR SITOHANG DARI HARIAN BOHO SAMOSIR

Guntur Sitohang berbincang santai dengan Petrus Sitohang yang datang dari Pulau Bintan menemuinya di rumahnya di Harian Boho Samosir bulan April 2010 yang lalu.

Guntur Sitohang yang saat ini berusia 74 tahun, adalah maestro musik tradisional Batak Toba paripurna yang setia pada profesinya berasal dari Harian Boho Samosir Sumatera Utara.

Dia menguasai cara memainkan semua instrumen musik tradisional Batak Toba dan dapat menuliskan partiturnya dalam not Balok. Di samping itu dia juga mahir bermain dan melatih opera Batak maupun kesenian Batak Toba lainnya seperti manortor. Continue reading “GUNTUR SITOHANG DARI HARIAN BOHO SAMOSIR”

SI JAOGOT

Oleh: Mula Harahap*)

Mula Harahap

Untuk pertama kalinya saya membaca kisah “Si Jaogot” dalam sebuah buku terjemahan terbitan KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) yang saya lihat pada sebuah pameran buku di Istora Senayan tahun lalu. Saya tidak ingat judul dan nama pengarangnya (saya masih ingin untuk mencari serta membeli buku tersebut). Saya juga tidak terlalu ingat apa topik buku tersebut. Tapi saya mendapat kesan bahwa buku tersebut berisi kisah-kisah tentang kehidupan orang Hindia Belanda di Negeri Belanda pada tahun 1800-an. Continue reading “SI JAOGOT”

CHOKY SITOHANG DI PESTA BONA TAON SITOHANG SE JABODETABEK 2010

Choky Sitohang mempertunjukkan tropi Panasonic Gobel Award yang diraihnya sebagai Presenter Kuis/ Game Terfavorit 2010

Kehadiran Choky Sitohang dan keluarganya membuat Pesta Bona Taon (pesta awal tahun) Punguan Pomparan Sitohang dohot Boruna se Jakarta hari Minggu 28 Maret 2010 sangat meriah dan terasa laksana momen penyambutan seorang pahlawan keluarga besar Sitohang. Tidak heran. Karena Choky Sitohang adalah keturunan Sitohang paling populer sejagat saat ini. Continue reading “CHOKY SITOHANG DI PESTA BONA TAON SITOHANG SE JABODETABEK 2010”

PESTA BONA TAON SIPITU AMA TANJUNGPINANG 2010

Pomparan Ni Ompu Tuan Situmorang Sipitu Ama Namarhaha Maranggi Manortor Liat-liat

Punguan Pomparan Ompu Tuan Situmorang Sipitu Ama adalah paguyuban sosial marga-marga Situmorang, Siringoringo, Rumapea dan Sitohang.

Sebutan Sipitua Ama, yang artinya tujuh bapak, merujuk pada tujuh orang cicit Ompu Tuan Situmorang yaitu Lumbanpande, Lumban Nahor, Suhut Ni Huta, Tuan Ringo, Dari Mangambat, Raja Itubungna, Ompu Bonanionan.

Keturunan tiga orang yang pertama hingga saat ini menggunakan marga Situmorang, sedangkan keturunan Tuan Ringo ada yang menggunakan marga Situmorang, ada yang menggunakan marga Siringoringo dan sebagian lainnya menggunakan marga Rumapea. Sedangkan keturunan tiga orang yang terakhir pada umumnya menggunakan marga Sitohang dan sebagian kecil tetap menggunakan marga Situmorang. Continue reading “PESTA BONA TAON SIPITU AMA TANJUNGPINANG 2010”

KONSER SEMALAM DI DANAU TOBA DALAM MUSIK LAGU TARI DAN PUISI AKAN DIADAKAN DI KEPULAUAN RIAU

Hardoni Sitohang

TANJUNGPINANG – Konser musik Batak neo tradisional yang dikemas dalam konsep “Semalam di Danau Toba ” segera digelar di Tanjungpinang 5 Mei mendatang.

Konser ini nantinya bakal menarik karena menggabungkan musik Batak tradisional dan modern. Juga ada tari dan puisi.

“ Rencananya konser akan dilaksanakan di GOR Kacapuri 5 Mei mendatang,” ujar Managing Direktor Anugerah Tour and Travel selaku Even Organizer (EO) acara, Lenni Br Purba kepada sejumlah wartawan di Hotel Comfort,Sabtu (6/2) malam.

Alasan dipilihnya tema Danau Toba dalam konser tersebut, kata Lenni, karena daerah tersebut memiliki panorama yang indah dan kaya akan budaya.  Continue reading “KONSER SEMALAM DI DANAU TOBA DALAM MUSIK LAGU TARI DAN PUISI AKAN DIADAKAN DI KEPULAUAN RIAU”

THE SENSE OF MUSIC SHOW DI MEDAN 2 NOVEMBER 2009

Komposer Muda Medan Bicara Musik

HARDONI_SITOHANG
Hardoni Sitohang

Komunitas Seniman Muda Batak (SEMUBA) akan menggelar pertunjukan musik bertajuk ‘The Sense of Music’ di Taman Budaya Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, pada Senin (2/11). Pertunjukan ini disajikan seniman/musisi muda yang mengekspresikan talenta musiknya dengan menggabungkan musik tradisional Batak Toba dengan alunan musik pop, rock, funky, reaggae, orchestra dan choir.

Para komposer muda Medan itu antara lain Hardoni Sitohang, seorang komposer muda Batak Toba yang bergabung dengan beberapa musisi muda lainnya dan membentuk Neo Tradisional Art. Di sini, Hardoni mencoba mengangkat instrumen musik tradisional Batak Toba yang hampir punah. Continue reading “THE SENSE OF MUSIC SHOW DI MEDAN 2 NOVEMBER 2009”

MASIPASANGAPAN

Oleh: Drs. Dewasa Sitohang *)

“Di Adat BATAK, ada DALIHAN NATOLU” :

  1. SOMBA Mar HULA2.
  2. MANAT Mar DONGAN SABUTUHA.
  3. ELEK Mar BORU.

Dari Dalihan Na Tolu ini, Ada Kesimpulan:

Setiap Orang (Individu) Wong BATAK akan mempunyai 3 Posisi (Kedudukan) secara bergantian, tergantung siapa / MARGA  yang punya (OWNER) ULAON (Pesta) untuk MASIPASANGAPAN (Saling MENGHORMATI …Mutual Respect…Mutual Honoring).

Continue reading “MASIPASANGAPAN”

MENGAPA SULIT MENCARI JODOH SESAMA BATAK?

  

Oleh: Ferdinan Sitohang (Jakarta)

Fenomena ini memang sedang hangat-hangatnya sekarang buat generasi muda tak terkecuali saya. Jika kita menilik ke belakang, dulu di huta, di masa-masa ompunta, seringkali diadakan acara buat muda-mudi, yang bertujuan untuk memperkenalkan wanita dan pria dalam acara pesta tersebut. Di pesta tersebut pastinya akan diputar tortor naposo, dan ada bagian yang namanya “marhusip” pada waktu manortor itu. Continue reading “MENGAPA SULIT MENCARI JODOH SESAMA BATAK?”

ARTI KATA BATAK

Oleh: Alex Ruben

Sudah sejak lama sebutan (perkataan) Batak sebagai nama salah satu etnis di Indonesia diteliti dan diperbincangkan banyak orang asal kata atau pengertiannya. Bahkan melalui beberapa penerbitan suratkabar pada awal abad 20 atau juga masa sebelumnya, pernah terjadi polemik antara sejumlah penulis yang intinya memperdebatkan apa sebenarnya pengertian kata (nama) Batak, dan dari mana asal muasal nama itu. Di suratkabar Pewarta Deli no. 82 tahun 1919 misalnya, polemik yang paling terkenal adalah antara seorang penulis yang memakai nama samaran “Batak na so Tarporso” dengan J. Simanjutak. Keduanya saling mempertahankan pendirian dengan argumentasi masing-masing, serta polemik di surat kabar tersebut sempat berkepanjangan. Demikian pula di suratkabar keliling mingguan yang di terbitkan HKBP pada edisi tahun 1919 dan 1920, perbincangan mengenai arti sebutan Batak itu cukup ramai dimunculkan.
Continue reading “ARTI KATA BATAK”