PERRY CORNELIUS SITOHANG TENTANG AKSI SOLIDARITAS DOKTER INDONESIA

Catatan parhobas:

Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan tindakan dokter-dokter seluruh Indonesia tanggal 28 November 2013 melakukan mogok praktek sebagai aksi solidaritas terhadap 3 orang dokter di RSU Prof Kandow Manado Sulawesi Utara yang oleh Mahkamah Agung dijatuhi hukuman 10 bulan penjara atas dakwaan malpraktek yang menyebabkan kematian salah seorang pasiennya.

Barikut ini adalah pendapat Perry Cornelius Sitohang, seorang Founding Partner Firma Hukum KUDRI DJAMARIS SITOHANG  Jakarta mengenai masalah itu.

………………………………………………………………………………………………………………………………….

Mari kita melek hukum sedikit. Terlepas dari penilaian atas substansi permasalahan yang terjadi dengan dr. Ayu et al, dperry cornelius sitohangi mana kita tidak bisa menilai apa yang terjadi karena informasi yang kita terima dari media belum tentu benar apalagi akurat karena tentunya ada tendensi utk menjual berita, sehingga penilaian baiknya baru bisa kita lakukan kalau dokumen atau berkas medical record berikut keterangan saksi-saksi dan para ahli kita miliki dan pelajari seluruhnya.


Mari kita bahas pertanyaan: “Apakah dokter kebal hukum?”

Jawabannya secara tegas dan tentunya kita harus sepakat bahwa tidak seorangpun kebal hukum di negara kita, dan tentunya tidak satu profesi pun yang kebal hukum, termasuk dokter.

Pertanyaan berikutnya, apakah alasan bahwa karena dokter hanya memberikan diagnosa semata berdasarkan sympton yang ada, dan dokter hanyalah manusia dan bukan Tuhan sehingga bisa saja dan wajarlah kalau diagnosanya salah, bisa dipakai sebagai dasar sehingga dokter tidak bisa dipersalahkan kalau terjadi hal yang buruk pada pasien?

Jawabannya secara tegas, harusnya kita jawab juga “tidak”. Kalau ada yang jawab “iya”, maka saya akan mengajak orang tersebut untuk berpikir positif, tidak dalam tendensi menganggap bahwa pihak yang menjawab “tidak” adalah pihak yang ingin menjatuhkan profesi dan martabat dokter.

Pertanyaan berikutnya, apakah dokter yang melakukan kelalaian bisa dihukum?

Jawabannya, jangankan dokter, orang biasa sekalipun kalau melakukan kelalaian bisa dituntut pertanggung jawabannya.

Apakah dokter yang melakukan kelalaian yang pada akhirnya menyebabkan pasiennya meninggal bisa dijatuhi hukum pidana?

Sekali lagi, jangankan dokter, orang biasa sekalipun kalau melakukan kelalaian bisa dihukum. Pasal 359 KUHPidana mengatur bahwa “Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun”. Selanjutnya, Pasal 360 KUHPidana juga mengatur ancaman hukuman kalau akibat kealpaan tersebut pihak lain mendapatkan luka-luka berat. Dan Pasal 361 KUHPidana menambahkan hukuman sepertiga dari ancaman pidana yang ada jikalau kejahatan yang terjadi dilakukan dalam menjalankan suatu jabatan atau pencarian, disamping ancaman akan dicabut haknya untuk menjalankan pencarian.

Apa yang dimaksud dengan “barang siapa”? Ya siapa saja, semua orang tak terkecuali dokter ataupun orang lain yang menjalankan profesi lainnya.

Apakah kalau lalai tidak bisa dikatakan “malpraktik”?

Melihat ketentuan hukum di atas, “lalai” itu bisa dihukum. Apa maksud lalai atau “kealpaan” dalam ketentuan Pasal 359 atau Pasal 360 KUHPidana di atas?

Untuk menjawabnya, perlu dijelaskan terlebih dahulu mengenai perbedaan dan persamaan kelalaian dan kesengajaan. Perbedaannya terletak pada unsur subyektifnya. Secara singkat bisa dilihat dari adanya “niat” dari si pelaku. Niat itu bisa berupa tindakan yang tidak hati-hati, tidak sesuai aturan prosedur yang seharusnya, kurang berpikir, lengah dan bisa dicela dan dia dapat dipertanggung-jawabkan.

Dalam hukum dikenal istilah “dolus” dan “culpa”. Dolus itu kurang lebih diartikan sebagai kesengajaan, sedangkan culpa merupakan kelalaian, yang kemudian dibagi dua menjadi “culpa lata” (kelalaian berat) dan “culpa levis”. Kelalaian itu sendiri juga bisa pasif (Pasal 531 KUHPidana) ataupun aktif (Pasal 359 KUHPidana). Pasal 531 KUHPidana kurang lebih menentukan bahwa “Barang siapa ketika menyaksikan bahwa ada orang yang sedang menghadapi maut tidak memberi pertolongan yang dapat diberikan padanya tanpa selayaknya menimbulkan bahaya bagi dirinya atau orang lain, diancam, jika kemudian orang itu meninggal, dengan pidana kurungan atau denda”.

Dari pengertian ketentuan hukum diatas, dapat dilihat bahwa tanpa harus berpolemik dengan definisi malpraktik, jelas bahwa suatu perbuatan kelalaian (culpa) yang mengakibatkan orang lain luka ataupun meninggal dunia, adalah merupakan suatu perbuatan pidana.

Apakah putusan Mahkamah Agung terhadap Dr. Ayu, SpOG tepat atau tidak? Sebagaimana disebutkan diatas, kita tidak dalam kapasitas untuk menilai karena informasi yang kita terima dari media tidaklah lengkap. Yang jelas, yang mutlak harus kita sepakati, bahwa profesi dokter bukanlah profesi yang kebal hukum. So daripada meributkan seorang dokter yang dipidana tanpa mengetahui duduk persoalan yang sebenar-benarnya, alangkah lebih baik bagi kita dan para dokter-dokter lain khususnya untuk membahas apakah tindakan Dr. Ayu et al sudah sesuai dengan SOP di dunia kedokteran dan tidak dilakukan dengan suatu kealpaan ataupun kelalaian! Marilah berdemo dengan dasar itu, bukan semata karena memperjuangkan profesi dokter agar kebal hukum.

Lagipula, jikalaupun seorang dokter terbukti melakukan malpraktik, sudah barang tentu itu hanyalah oknum semata sehingga tak sepatutnya men-generalisir bahwa semua dokter pasti telah, sedang dan akan melakukan malpraktik! Tak perlu juga terlalu khawatir bahwa karena adanya putusan Mahkamah Agung tersebut maka sudah pasti semua dokter, tanpa pandang bulu, dalam menjalankan profesinya akan dituduh dan dihukum telah melakukan malpraktik, karena itu hanyalah bentuk dari pemikiran sempit yang justru membuat banyak pihak (yang bukan dokter) menjadi tidak bersimpati.

Mudah-mudahan pembahasan masalah ini bisa dilakukan secara positif disertai dengan pikiran yang positif juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s