KEMBALIKAN INALUM KE PEMILIK YANG SEBENARNYA

Oleh: Petrus Sitohang
inalum_tangga_dam_largeTidak ada keraguan sedikitpun bahwa keputusan pengambilalihan saham pihak Jepang di PT INALUM adalah keputusan yang waras, sungguh ini keputusan yang benar-benar waras. Kalau ada pejabat Indonesia yang sampai hati memperpanjang kontrak Jepang di Inalum itu sama saja dengan penghianatan pada para pahlawan bangsa ini dan pemilik sebenarnya INALUM yaitu rakyat Sumatera Utara khususnya penduduk 10 kabupaten kota wilayah sekitar proyek Inalum.

Bukan soal seberapa pajak penghasilan atas keuntungan dan transaksi yang selama ini disetor PT INALUM kepada kas Negara, yang mungkin, dan saya sangat kawatir kelak akan menurun jumlahnya ketika perusahaan itu diurus sepenuhnya oleh anak bangsa sendiri. Untuk itu warga Sumut sebagai stakeholder utama Inalum harusnya meminta pengungkapan kinerja keuangan Inalum selama 5 tahun terakhir dipublikasikan di media masa nasional. Dengan informasi itu nantinya pemerintah Indonesia, Pemda Sumut dan warga Sumut dapat membandingkan kinerja Inalum saat dikelola pemilik Jepang dengan saat diurus bangsa sendiri.

Yang menjadi sangat mustahak dalam pengambilalihan ini adalah marwah (martabat) bangsa. Profesional dan manajer-manajer serta insinyur-insinyur anak bangsa ini harus diberi tugas dan kepercayaan mengurus perusahaan raksasa sekelas INALUM. Beberapa orang Indonesia sudah membuktikan diri bisa mengurus perusahaan atau lembaga berkelas dunia di negeri orang seperti Helman Sitohang di Credit Suisse dan Sri Mulyani Indrawati di Bank Dunia.

Perusahaan sebesar INALUM perlu diurus sepenuhnya oleh orang Indonesia kerena paling tidak untuk 5 alasan:
1. Sesuai kontrak, masa kepemilikan pihak Jepang di Inalum sudah habis. Waktu kepemilikan 30 tahun pasti sudah memberi keuntungan yang sangat memadai kepada pihak Jepang.
2. SDM Indonesia harus diberi kesempatan mengurus perusahaan milik bangsa sendiri yang ada di Indonesia.
3. Nilai strategis INALUM sebagai industri raksasa dan manfaatnya bagi negara ini.
4. Saya kira waktu kepemilikan 30 tahun sudah sangat cukup bagi bangsa ini untuk belajar bagaimana mengelola Inalum. Fakta bahwa anak-anak bangsa sendiri bisa mengurus Pertamina mestinya bisa menjadi petunjuk sahih bahwa kita bisa mengelola Inalum sendiri.
5. Dividen keuntungan Inalum yang selama ini mengalir ke Jepang bisa dialihkan ke pemerintah pusat dan pendapatan asli daerah pemrov sumut dan pemda kabupaten dan kota di Sumut.

Masalahnya adalah bagaimana kelak rekrutment direksi INALUM saat sudah sepenuhnya berada di tangan Indonesia. Apakah pemerintah Indonesia akan mampu melakukan rekrutmen yang tepat saat memilih direksi PT INALUM. Saya kira warga Sumut terutama yang tinggal di SUMUT harus menjadi pengawas yang baik dalam semua urusan INALUM kelak.

One thought on “KEMBALIKAN INALUM KE PEMILIK YANG SEBENARNYA

  1. inalum ………. berikan kesmpat baigi putra-putri setempat untuk mengelolamu bahkan wajib turut serta menjalankan operasionalnya untuk memprtahankan pendapatan daerah dan ituadalah warisan bangsa ini lewat para tenaga ahli-ahli terdahulu, walupun dulunya sistem kontrak PT INALUM maju terusssss putra daerah siap mengoperasikanmu………good working………merdeka…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s