Acara Penyerahan Gelar Kepada RE Nainggolan di PLOt Siantar, Sabtu 3 Marret 2012

Press Rilis dari PLOt Pematang Siantar:

R.E. Nainggolan

Dalam rangka 10 Tahun Revitalisasi Opera Batak, Pusat Latihan Opera Batak atau PLOt memiliki salah satu agenda penting dan apresiatif pada tahun ini, yakni Pemberian Gelar kepada sejumlah tokoh dan person yang berkontribusi dalam menggali Opera Batak. Dua Maestro Opera Batak, yakni Alister Nainggolan dan Zulkaidah Harahap mengawali penerimaan gelar itu pada bulan Januari lalu. Kemudian beberapa waktu lalu menetapkan pemberian gelar khusus kepada Dr. RE Nainggolan, MM.

Pemberian gelar itu terkait atas perannya menyambut dan memfasilitasi Program Revitalisasi Opera Batak sejak tahun 2002 sewaktu menjadi bupati di Tapanuli Utara. Tanpa Bupati RE Nainggolan tahun 2002 Program Revitalisasi Opera Batak mungkin akan terbengkalai dan berhenti di atas kertas. Namun beliau dengan terbuka menyambut program itu untuk dilaksanakan di Tapanuli Utara dengan memberikan peluang kepada 20 generasi muda untuk terlibat dalam pelatihan selama seminggu yang dilakukan bersama Asosiasi Tradisi Lisan atau ATL Jakarta. Program Revitalisasi Opera Batak digawangi oleh dua kolega ATL di Sumatera Utara, yakni Prof. Dr. Robert Sibarani, MS dan almarhum Prof. H. Ahmad Samin Siregar dengan melibatkan para pelatih seperti Marsius Sitohang, Thompson Hs, Mauly Purba, Ph.D (waktu itu belum profesor), Guru M. Simorangkir, dan Pdt. Parulian Silitonga (anak pengarang lagu “Dison Adong Huboan Tuhan” Pensilwally).

Pelatihan Opera Batak di Tarutung pada 2002 berlanjut dengan Simulasi dan sejumlah pertunjukan ke berbagai tempat sampai awal 2005 melalui Grup Opera Silindung atau GOS, grup percontohan hasil pelatihan. Itulah pemicu kelanjutan program revitalisai Opera Batak yang berlangsung hingga menjelang 10 tahun ini.

Tahun 2005 PLOt merupakan bentuk kelanjutan operasional program Revitalisai Opera Batak. Meskipun RE Nainggolan tidak mejabat lagi sebagai Bupati Taput, namun kontribusinya tidak tertinggal untuk memperhatikan kelanjutan program tersebut. Beliau tetap memberikan perhatian untuk Opera Batak sewaktu menjadi Kepala Bainfokom Sumut dan Sekdapropsu.

Sesuai dengan kontribusi dan makna peran yang diberikan RE Nainggolan untuk kebangkitan Opera Batak, maka gelar yang diberikan adalah OMPU PANDE PANGGOMGOMI TUAN PANIROI NAMANGUNGHAL OPERA BATAK (Empu Pande Pengayom Tuan Penasehat yang Menggali Opera Batak). Pola bahasa yang diberikan PLOt terkait secara etis dan teknis. Jadi bukan karena PLOt sebagai representasi dari sebuah lembaga kebudayaan yang terkait dengan kebatakan.

Penyerahan gelar kepada DR. RE Nainggolan, MM akan berlangsung di Sekretariat PLOt Siantar, Jalan Kabanjahe No. 21 BLK pada Sabtu 3 Maret 2012 dengan sudah meminta kehadiran Prof. Dr. Robert Sibarani, MS untuk melakukan Orasi Budaya dan 2 Maestro Opera Batak untuk melengkapi hiburan acara yang dimulai pada pukul 15.00 – 18.30 WIB. Sejumlah tokoh terbatas diundang secara formal di samping dibukakan untuk masayarakat sekitar sekretariat PLOt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s