SBY BERGELAR “PATUAN SORIMULIA RAJA”

Gelar Kehormatan Tokoh Adat Angkola menabalkan gelar kehormatan kepada Presiden RI SBY dan Ibu Ani. Sebeumnya tokoh adat menjelaskan makna gelar itu (Foto: Monang Naipospos, Laguboti)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono resmi mendapatkan gelar kehormatan dari sub-etnik batak, Angkola. Iringan tepuk tangan dan teriakan horas! mengiringi pemberian gelar ini.

Pemberian gelar berlangsung dalam suasana yang cukup terik di kawasan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Selasa (18/1).

Acara dimulai dengan pemberian pakaian kebesaran adat Batak dari lima puak atau sub-etnik Batak yakni, Batak Toba, Karo, Simalungun, Mandailing dan Pakpak Dairi. Satu per satu perwakilan pemuka adat menyematkan pakaian adat mereka.

Presiden SBY dan Ani Yudhoyono berdiri di tengah arena museum Batak sambil mengenakan pakaian tersebut. Masing-masing sub-etnik memiliki cara khas, mulai dari kain ulos hingga senjata tradisional berlapis emas.

Berbagai tarian khas Batak juga mengiringi penyematan baju adat ini. Ratusan warga yang menyaksikan acara tampak antusias.

Sorimulia Raja

Giliran sub-etnik Angkola, suasana lebih berbeda. Sang pemuka adat, terlebih dulu mengucapkan petuah dalam bahasa mereka. Lalu dia meneriakkan gelar kehormatan bagi SBY dan Ani Yudhoyono.

“Dr Susilo Bambang Yudhoyono, Patuan Sorimulia Raja,  Ani Yudhyono, Naduma Harungguan,” teriak si pemuka adat.

Setelah itu, teriakan “Horas” terdengar tiga kali dari pemuka adat. Seluruh hadirin yang memadati museum Batak ikut berteriak pula.

“Horas, Horas, Horas!”

Pemuka adat Angkola tersebut sebelum memberi gelar sempat menyampaikan bahwa gelar yang diberikan SBY bukan karena alasan politis.

“Pemuka adat tak berpolitik. Lebih baik mengejar itik daripada berpolitik,” tegasnya.

Gelar “Patuan Sorimulia Raja” yang disandang SBY memiliki arti, Patuan, gelar kehormatan tertinggi Batak Mandailing, dalam bahasa Indonesia artinya Paduka Tuan. Sori artinya memberikan kemakmuran, keteladanan dan kenyamanan. Mulia artinya dihormati atau dimuliakan. Raja artinya pimpinan dalam acara adat.

Sedangkan untuk Ibu Negara, Ani Yudhoyono, diberi gelar “Naduma Harungguan Hasayangan”. Naduma artinya gelar kehormatan bagi istri atau permaisuri. Harungguan artinya kesatuan, dan Hasayangan panggilan dan penyayang kepada sesama.

“Saya dan istri merasa terhormat atas gelar yang diberikan kepada saya dan istri termasuk, penyerahan pakaian adat Batak dari lima puak (sub etnik Batak),” kata SBY saat memberikan sambutan dalam peresmian Museum Batak dan PLTA Asahan 1 di Kompleks TB Silalahi Center, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Selasa (18/1).

SBY mengatakan, gelar dan pakaian tersebut adalah kehormatan sekaligus dukungan bagi kemajuan bangsa, termasuk bagi rakyat Batak yang ia cintai.

“Saya harap semua puak yang ada di Sumatera Utara tetap bersatu padu dan memelihara perdamaian. Sekali lagi, saya anggap semua pemberian gelar dan pakaian adat sebagai kehormatan,” ujar dia.

Detik| Global| Medan

2 thoughts on “SBY BERGELAR “PATUAN SORIMULIA RAJA”

  1. Terlalau gampang kalilah kalian orang batak memberikan gelar kepada seseorang pejabat di Indonesia ini. Padahal belum tentu masyarakat atau marga yang bersangkutan seluruhnya atau mayoritas mendukung pemberian gelar adat batak ini….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s