SEMBILAN DAERAH DI SUMUT BENTUK LTRM UNTUK KEMBANGKAN EKONOMI

Medan, (Analisa)

Sembilan daerah tingkat II yang berada di sekitar kawasan Danau Toba sepakat untuk membentuk Badan Kerjasama Lintas Kabupaten se-Kawasan Danau Toba atau Regional Management Lake Toba (LTRM) di Sumatera Utara.

Nota Kesepakatan Bersama ini ditandatangani masing-masing oleh Bupati Samosir Mangindar Simbolon, Bupati Tapanuli Utara Torang Lumban Tobing, Bupati Simalungun JR Saragih, Bupati Karo DD Sinulingga, Bupati dairi Jhonny Sitohang, Bupati Toba Samosir Kasmin Simanjuntak, Bupati Humbang Hasudutan Maddin Sihombing, Bupati Pak-Pak Bharat Remingo Yolanda Berutu dan Walikota Pematang Siantar Hulman Sitorus di Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Jumat (19/11). Continue reading “SEMBILAN DAERAH DI SUMUT BENTUK LTRM UNTUK KEMBANGKAN EKONOMI”

Advertisements

KONSER MUSIK NYANYI RINDU DANAU BIRU

Sulim maut MARTOGI SITOHANG, berpadu dengan gesekan Biolanya TENGKU RYO mengiringi Suara Emas EDO KONDOLOGIT – FIRMAN ‘IDOL’ SIAGIAN – BUNTHORA SITUMORANG….. hanya ada di “NYANYI RINDU DANAU BIRU” Sabtu 13 Nov 2010 di Taman Ismail Marzuki – Graha Bakti Budaya jam 19.00 sd 22.00 wib…jangan ngaku Pencinta Lingkungan …apa lagi Pencinta Danau Toba kalo kamu belum RSVP tiketnya…

CERPEN: DENTING SUMBANG LONCENG TUA

Oleh: Hasudungan Rudy Yanto Sitohang

Desau angin meluruh, deras bagaikan anak panah melesat. Seperti merobek-robek langit yang menghitam. Langit yang menawar luka, memerih pada kehidupan yang tak pasti. Hingga keabadian terkoyak menjadi lautan merah saga. Lautan kesedihan yang bersanding jerit kepedihan. Bersama pohon-pohon berdesir. Bersama binatang malam melolong. Seperti igauan para pendoa yang tak putus-putus berseru. Suara-suara yang mengoyak dini hari itu. Dan setiap penghuni kampung duduk bersimpuh menanti apa yang terjadi.

Kemudian bumi bergetar, seakan para penghuni neraka turun bersenandung melewati tangga-tangga kegelapan. Nyanyian malam terasa menyeramkan. Nada-nadanya siap menelan orang-orang. Nada-nada itu bersanding dengan untaian doa-doa yang terus dipanjatkan, berharap sang Khalik turun melenyapkan segala murka. Memaafkan laku para pendosa yang tak habis-habisnya merusak alam, menghancurkan kehidupan serta membanggakan diri.

Begitulah ketika bara datang, setiap makhluk diam bersujud. Dan anak-anak memeluk tubuh ibunya erat. Meminta kehangatan dan kedamaian di sela-sela permohonan. Tunas muda yang putih dari dosa. Kemudian langit menyisakan rintik hujan dan suara binatang malam. Sunyi. Lalu pagi kembali. Dan dari sela-sela dinding terdengar ucapan syukur. Tak lama, satu-persatu para penghuni kampung keluar melihat langit yang mencerah, melihat embun pagi yang menetas kedamaian. Continue reading “CERPEN: DENTING SUMBANG LONCENG TUA”