MERENUNGKAN TANAH BATAK DI HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Oleh: Mula Harahap

Hari ini, Kamis, 20 Mei 2010–mulai dari jam 20.00 sampai selesai, bertempat di Tugu Proklamasi Jl. Proklamasi-Jakarta Pusat akan berlangsung “Malam Renungan untuk Tanah Batak” dan pendeklarasian berdirinya “Aliansi Perduli Tanah Batak”.

Saya mencoba berpikir-pikir tentang makna dan tujuan dari peristiwa yang akan terjadi ini sebagai berikut:

Malam renungan ini berangkat dari keprihatinan tentang semakin rusaknya alam, dan semakin memudarnya nilai-nilai budaya di wilayah yang dikenal sebagai Tanah Batak tersebut. Melalui malam renungan ini diharapkan akan timbul inspirasi bagaimana meningkatkan ekonomi dan taraf hidup penduduk di Tanah Batak tanpa harus mengorbankan alam dan merusak (tapi justeru mengembangkan) budaya, dan bagaimana membuat alam dan budaya Tanah Batak untuk tetap bisa menjadi persemaian bagi nilai-nilai positif Batak yang akan menjadi pegangan hidup orang Batak dimana pun mereka berada di dunia ini.

Acara sebagaimana tersebut di atas sengaja diadakan pada tanggal 20 Mei yaitu “Hari Kebangkitan Nasional” karena orang Batak tetap merasa bahwa mereka adalah bagian dari “nation” yang bernama Indonesia ini, dan mereka ingin membagi kekayaan alam dan budayanya seraya tetap memelihara identitas “kebatakannya” bagi kemajuan bangsa dan negara. Melalui malam renungan ini diharapkan akan timbul juga gagasan tentang bagaimana sebenarnya setiap etnis–dengan kekayaan alam dan budayanya masing-masing–menjalankan

relasi yang positif dan saling menguntungkan dengan negara.

Aliansi Perduli Tanah Batak–sebagai penyelenggara kegiatan ini–adalah sebuah aliansi dari berbagai pribadi dan organisasi yang menaruh kepedulian terhadap kelestarian alam dan berkembangnya budaya Batak. Aliansi ini melintasi berbagai etnis dan agama yang ada di Tanah Batak.

Tanah Batak adalah sebuah ekosistem alam dan budaya yang utuh dan padu, dan yang tidak bisa dipisah-pisahkan oleh sub-etnis, agama maupun administrasi penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu melalui acara “Malam Renungan untuk Tanah Batak” dan pendeklarasian berdirinya “Aliansi Perduli Tanah Batak” diharapkan akan timbul kesadaran bahwa setiap persoalan yang menyangkut alam dan budaya–dimana pun itu terjadi di Tanah Batak–adalah persoalan yang juga berkaitan dengan eksistensi keseluruhan Tanah Batak.

——————

TAMBAHAN

Acara Selengkapnya:

Hari/Tanggal: Kamis,
20 Mei 201
Waktu: 20.00–23.00
Tempat: Tugu
Proklamasi, Jl. Proklamasi-Jakarta Pusat.
Acara:
1. Happening art pengambilan sewenang-wenang atas tanah adat masyarakat di Tanah BatAK.
2. Pembacaan puisi dalam bahasa Batak (oleh Paulus Simangunsong), yang menggambarkan kerinduan masyarakat di Tanah Batak atas kepedulian masyarakat Tanah Batak yang ada di perantauan terhadap berbagai penderitaan yang dialami oleh masyarakat di Tanah BataK.
3. Mendengar langsung penderitaan masyarakat di Tanah Batak (Pastur Rantinus Manalu mewakili Tapanuli Tengah); KSPPM (mewakili masyarakat di Humbang Hasundutan, Bulu Silape, Samosir)
4. Penandatanganan manifesto bersama

One thought on “MERENUNGKAN TANAH BATAK DI HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s