MARTAHAN SITOHANG TERPILIH MENJADI SALAH SATU DARI 5 ANAK MUDA MEDAN BERPRESTASI

Martahan Sitohang saat tampil di Festival Java Jazz 2010 di Jakarta baru-baru ini.

Martahan Sitohang, seniman muda Batak asal Harian Boho Samosir Provinsi Sumatera Utara terpilih menjadi salah satu dari 5 anak muda kota Medan 2010.

Berikut ini kutipan lengkap catatan APPLAUS THE LYFE STYLE.com yang dipublikasikan di situs Facebook.

Halo, halo! Siapa bilang anak muda Medan kalah sama anak muda dari kota-kota besar lainnya? Sudah saatnya kamu kudu berbangga sebagai anak muda Medan! Kota yang punya kultur budaya yang begitu pluralis ternyata punya sejumlah kawula muda yang prestasinya patut diacungi jempol dan layak jadi panutan kita.

Dalam rangkaian acara Indonesia Youth Marketing Subculture Forum 2010 yang dibuat oleh Marketeers bersama MarkPlus Insight (yang dipimpin oleh Hermawan Kertajaya, Asia’s Leading Marketing Strategist) serta didukung oleh Aplaus the Lifestyle, terpilihlah 5 ikon anak muda Medan yang berprestasi di bidangnya masing-masing, mulai dari bidang akademis hingga kewirausahaan.

Mau tahu siapa saja mereka? Berikut Aplaus infokan profil mereka plus kisah perjuangan mereka dari awal sampai seperti sekarang (sukses nggak diciptain dalam semalam ‘kan?) Inilah mereka, and let’s support your local talent!

1. Hasfi Fauzan Raz: Dari Medan Ketemu Obama
Pepatah rajin pangkal pandai itu kekuatannya benar-benar dahsyat! Sebagai bukti, Hasfi yang berkat keuletannya, menjadikan kegiatan belajar bukanlah hal yang susah dikerjakan. Jadi wajar kalau cowok yang juga udah terpilih sebagai salah satu heroes-nya kota Medan pilihan Aplaus di Edisi 116 ini (http://bit.ly/bMCqNs) ditunjuk menjadi satu-satunya wakil pelajar Indonesia yang mendapat tiket silver untuk menjadi saksi pelantikan Presiden A.S., Barack Obama, tahun lalu di Washington, DC.

Kalau ditelaah dari prestasinya di Olimpiade Biologi, cerdas cermat atau bahkan pidato bahasa Inggris sedari SMP, alumni SMA Shafiyyatul Amaliyyah ini memang pantas deh terpilih lewat Global Young Leader Conference (GYLC) yang diadakan Congressional Youth Leadership Council (CYCL). Oh, ya, cowok yang suka main piano ini juga sempat lulus seleksi masuk Monash University (Australia) dengan menerima beasiswa Asia Pasific University (Jepang). Namun, untuk satu alasan dan lainnya dia lebih memilih masuk Fakultas Kedokteran USU.

2. Martahan Sitohang: Seniman Etnik Batak Toba
Medan pantas berbangga diri punya seniman kayak Martahan yang juga termasuk salah satu heroes Kota Medan di pilihan Aplaus di Edisi 116 ini (http://bit.ly/bMCqNs). Cowok yang lahir dari keluarga musikus dengan ayah yang berprofesi sebagai pembuat alat musik tradisi terkhusus Batak Toba ini pun udah familiar musik Batak Toba. Beberapa waktu lalu dia juga mewakili Sumut ke ajang jazz di Java Jazz 2010.

Ke depannya, pemrakarsa Semuba (Seniman Musik Batak) ini juga akan mengembangkan musik Batak di ibukota nantinya. Katanya, biar lebih hidup! Oh, ya, Oktober kemarin, alumni Etnomusikologi USU ini pun sempat memimpin produksi acara The Sense of Music yang digelar di Taman Budaya Medan. Kecintaannya terhadap musik juga terbukti dari ratusan alat musik Batak sambil berkeliling dunia membawakan musik tradisi ke Malaysia, Thailand, Australia, RRC, Belanda, dan Jerman.

3. Lilysan Wijaya: Hobi Wedding yang Bikin Sukses
Kalau yang namanya udah hobi, biasanya apa pun bakalan dilakukan untuk mewujudkan hal yang disenangi itu. Begitulah yang dialami Lilysan, cewek anggun yang sudah dari dulu menyukai pernak-pernik wedding hingga bisa mendirikan nama wedding planner I DO dan akhirnya membuka bridal Brides’ on 22 belum lama ini di daerah Multatuli sana.

Perjalanan Lilysan menciptakan bridal ini tentu bukan hal yang gampang. Dia bercerita kalau ‘proyek pertama’ yang dipegangnya untuk urusan wedding party adalah pernikahan sang kakak laki-laki sendiri 3 tahun yang lalu. Dengan segala ide dan kreativitas yang berseliweran di kepalanya, maka segala rancangan yang dia susun memberikan hasil yang sempurna!

Tak ayal, banyak yang kemudian memuji bakat wedding planner yang dimiliki lulusan jurusan Hospitality Management dari Melbourne ini. Nah, dengan modal nekat, ia pun mencantumkan notifikasi di akun Friendster dengan judul ‘I AM NOW A WEDDING PLANNER’ plus portofolio dokumentasi acara pernikahan kakaknya yang ia urus. Eh, beberapa hari kemudian, beneran Lilysan mendapatkan enquiries dari telepon dan email.

Maka, kalau ada yang tidak percaya bahwa social media telah menjelma menjadi media promosi terbaru, lihatlah kesuksesan Lilysan yang dengan mengandalkan marketing on social media dan word of mouth sukses mendapat lebih dari 70 klien untuk wedding planning dalam kurun waktu 2,5 tahun dan lebih dari 100 klien untuk bisnis bridal dalam setahun. Ngomong-ngomomg, dia juga ingin melahirkan sebuah film lokal yang mengangkat tentang kultur wedding di Medan untuk ngebuktiin bahwa Medan’s Wedding is Different!

4. Lindswell Kwok: Mengharumkan Indonesia lewat Olahraga
Bisa punya banyak teman dari berbagai negara itu udah pasti bukan hal yang gampang buat dilakukan. Apalagi teman-teman mancanegara itu adalah teman yang punya segudang prestasi. Ya! Begitulah Lindswell yang sering melalang buana untuk menjemput emas dan mempersembahkannya buat Indonesia. Usianya baru 18 tahun , tapi udah berturut-turut membanggakan Indonesia dengan prestasi dunianya. Sebut saja 1 medali emas dan 1 perak yang diboyong dalam perhelatan World Junior Wushu Championship 2008 lalu. Lalu, nggak tanggung-tanggung, cewek berparas cantik ini juga baru dikalungi sebagai Juara Dunia Wushu X–2009 yang diadakan di Toronto, Kanada.

Nah, karena dianugerahi sebagai Juara Dunia, pada bulan Agustus nanti, cewek yang juga pernah diulas Aplaus pada Single Fighter Edition, Edisi 112 (http://bit.ly/8Y5jgY) ini juga akan melangkahkan kakinya mewakili Indonesia kembali dalam World Martial Art di Beijing. Nggak cukup hanya itu, kesibukannya sampai akhir tahun ini juga akan dihiasi dengan pertandingannya kembali di Asean Games pada Oktober nanti. Mari kita dukung yuk!

5. Tengku Muhammad Farizky: Pencinta Lingkungan yang Sejati
Salut buat cowok yang akrab dipanggil Aiz ini. Karena cintanya terhadap lingkungan begitu dalam, maka dirinya ditunjuk dan dipercaya sebagai Presiden dari sebuah organisasi non-profit yang sedang berkembang, Indonesian Youth Center (IYC).

Kegiatan organisasi muda yang berbasis cinta lingkungan ini juga nggak muluk-muluk, tapi efektif. Mereka memulainya dari yang paling kecil, seperti Senam Jantung Sehat sampai Jalan Sehat Massal dalam acara Car Free Day yang diadakan pada tanggal 28 Maret 2010.

Selain bergerak di dunia pelestarian lingkungan, organisasi yang sudah diikuti sekitar 150 anggota ini juga tetap memperluas pengetahuan mereka di dunia bahasa internasional, dengan mengikuti English Course bareng di BBC.

Nah, berhubung organisasi yang dia pimpin ini bergerak di bidang pelestarian lingkungan, salah satu rutinitas yang sedang mereka kerjakan saat ini adalah mengumpulkan berbagai sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos yang nantinya akan digunakan untuk ladang sayur dan buah-buahan yang baru digarap komunitas ini. Wow! Let’s go green!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s