THE SENSE OF MUSIC SHOW DI MEDAN 2 NOVEMBER 2009

Komposer Muda Medan Bicara Musik

HARDONI_SITOHANG
Hardoni Sitohang

Komunitas Seniman Muda Batak (SEMUBA) akan menggelar pertunjukan musik bertajuk ‘The Sense of Music’ di Taman Budaya Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, pada Senin (2/11). Pertunjukan ini disajikan seniman/musisi muda yang mengekspresikan talenta musiknya dengan menggabungkan musik tradisional Batak Toba dengan alunan musik pop, rock, funky, reaggae, orchestra dan choir.

Para komposer muda Medan itu antara lain Hardoni Sitohang, seorang komposer muda Batak Toba yang bergabung dengan beberapa musisi muda lainnya dan membentuk Neo Tradisional Art. Di sini, Hardoni mencoba mengangkat instrumen musik tradisional Batak Toba yang hampir punah.

Diana Tobing
Diana Tobing

Musik Batak Toba berjalan di dalam reinkarnasi berdiri di antara demokrasi untuk mencapai dan menginginkan harapan. Tiga reportoar musik yang digarap menjadi satu bagian yang menyatu, terinsipirasi dari kedudukan musik Batak Toba dalam pengaruh musik–musik impor.  Selain Hardoni, ada Diana Tobing yang dikenal sebagai seorang komponis muda yang banyak bergelut di dunia paduan suara (choir) dan orchestra musik klasik di kota Medan. Diana dengan kreasi kreativitasnya akan menggabungkan berbagai instumen music classic seperti Violin, Viola, Violoncello, Piano, Flute, Tamborine, Conga dan Vocal.

Yang dimainkan dalam berbagai warna musik dan harmonisasi, baik sebagai pengiring paduan suara, dan juga dimainkan dalam tangga nada pentatonic cina (Chinese Penthatonic Scale) dan menyajikan suasana yang akan memanjakan kita dalam nuansa music classic yang hangat, romantis, dan juga ceria. Tiga karya yang akan disajikan oleh Diana adalah Kyrie Eleison, Thank You dan Smile.

Panitia acara Martahan Sitohang didampingi Ojax Manalu bersama–sama dengan SEMUBA (Seniman Muda Batak), juga akan mengundang beberapa seniman/musisi senior yang sudah banyak berkarya dalam bidang musik dan seni pertunjukan. Antara lain, Hendrik Peranginangin, seorang komposer dan juga arranger yang menggeluti bidang kolaborasi musik tradisional dengan musik modern. Hadir juga Kamaludin Galingging, seorang komposer dan arranger yang menggeluti bidang musik klasik dan kontemporer.

SEMUBA adalah sebuah komunitas seni yang mencoba menggagas dan memberikan ruang dan peluang. Komunitas ini mencoba berapresiasi terhadap seni dan budaya di Sumut dengan serius menangani Produksi “ The Sense Of Music “ yang akan akan digelar di Taman Budaya Sumatera Utara,  2 November 2009 pukul 15.00 WIB bagi pelajar dan pukul 19.30 WIB bagi mahasiswa dan umum.

Kita boleh bangga bahwa keberlanjutan seni musik tradisi dan modern sebagai bentuk pewarisan kreativitas ‘masa lalu’ berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Namun di sisi lain, mengamati dunia kreativitas ‘kekinian’ di Medan bagai menyusuri lorong yang sunyi dan lengang. Benarkah dinamika kreativitas musik di Medan tidak tumbuh? Pada kenyataannya menikmati pertunjukan atau aktivitas yang merujuk dan mengakomodir aspek kreativitas ‘kekinian’ itu sungguh jarang ditemukan. “Datang dan saksikanlah The Sense Of Music ini,” kata Martahan. Undangan dapat diperoleh dengan menghubungi Welly (081375432189), Daulat Sitohang (081264168430) dan Ojax Manalu (081361257934). (*)

Dikutip dari Harian Sumut Pos Online edisi 27 Oktober 2009 http://www.hariansumutpos.com/2009/10/pertunjukan-the-sense-of-music-2-november.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s