SYUKURAN 34 TAHUN PENGGEMBALAAN Mgr. PIUS DATUBARA, OFM Cap. DI KABANJAHE

Pengembala yang baik dan benar serta bertanggungjawab kepada umatNya adalah Tuhan Yesus. Cenderung saat ini kita melihat ada “pengembala”, baik hanya permulaan-permulaan saja. Begitu ada ancaman atau bahaya, “pengembala” tersebut lari dan meninggalkan umatnya. Terkesan “pengembala” tersebut hanya sebatas mencari upahan untuk mencari uang. Jauh berbeda dengan Yesus, Sang Juru Selamat manusia. Segalanya Ia pertaruhkan, termasuk nyawaNya untuk keselamatan umatNya. Tidak cukup sebatas kematianNya, Yesus juga memberi pengampunan untuk menuju kehidupan abadi setiap manusia yang percaya kepadaNya.

PROSESI. Mgr Pius Datubara Ofm Cap didampingi panitia, Sabtu (9/5) berprosesi memasuki upacara syukuran di halaman Gereja St Paulus dan Petrus di Jalan Irian, Kabanjahe. (Foto SIB/Alexander Hr Ginting).
PROSESI. Mgr Pius Datubara Ofm Cap didampingi panitia, Sabtu (9/5) berprosesi memasuki upacara syukuran di halaman Gereja St Paulus dan Petrus di Jalan Irian, Kabanjahe. (Foto SIB/Alexander Hr Ginting).

Demikian disampaikan Mgr Pius Datubara Ofm Cap, mantan Uskup Agung Medan pada syukuran berakhirnya pengembalaannya selama 34 tahun di Keuskupan Agung Medan (KAM) digelar 4 Paroki se-Tanah Karo yang dihadiri sekitar 6000 umat lebih, Sabtu (9/5) di halaman Gereja St Paulus dan Petrus, Jalan Irian, Kabanjahe.

Selama pengabdian menjadi gembala di KAM, bukan tidak pernah diancam, diteror dan ancaman lainnya. Saya tetap pasrah kepada kuasa Allah. Sebab dibandingkan dengan ancaman dan siksaan dialami Yesus yang sampai Ia wafat di kayu salib, ancaman dan teror yang saya alami belumlah apa-apa. Jadi saya siap menerima apa pun ancaman demi mewartakan Firman Tuhan. Bagi umat Kristen, kita tidak sebatas menilai duniawi, tapi harga kemuliaan yang membawa kehidupan abadi, lanjut Mgr Pius Datubara.

Mgr Pius Datubara juga mengenang masa silamnya bersama keluarganya sekitar 11 tahun sebelum menjadi imam di Laubaleng, Kecamatan Laubaleng, Karo. Bahwa kehidupan di masa silam, berbuat baik saja atau mewartakan Firman Tuhan di tengah-tengah masyarakat, ancaman silih berganti datang. Namun itu membuat saya teguh dan terus percaya kepada Tuhan. Tidak sebatas menjadi gembala di saat tenang dan nyaman, tapi dalam segala ancaman dan kesusahan, saya terus berusaha menjadi gembala yang baik dan bertanggungjawab, tambah Pius Datubara.

Syukuran berakhirnya 34 tahun pengembalaan Mgr Pius Datubara Ofm Cap di KAM digelar 4 Paroki se-Tanah Karo yang dihadiri sekitar 6000 umat diawali prosesi Mgr Pius Datubara dengan sepuluhan pastor, Mesdinar dan panitia diawali dari aula paroki menuju pentas utama dimeriahkan koor raksasa dipandu musik tradisional dan keyboard. Pada acara syukuran tersebut, Ketua DPRD Karo Rapat R Purba SH, bupati Karo yang diwakili Drs Swingli Sitepu, Kasdim 0205/TK, Mayor Inf Simon Sembiring mewakili Dandim )205/TK, tokoh Katolik luar paroki, Drs Liasta Surbakti SE, AK, panitia, Ngadep Tarigan dan mewakili pastor, P Ignatius Simbolon Ofm Cap.

Pastor Ignatius Simbolon Ofm Cap dalam sambutannya mengatakan, cukup berbangga dengan pengembalaan Mgr Pius Datubara selama 34 tahun di KAM. Termasuk sejumlah bimbingan yang ditanamkan Pius Datubara kepadanya dan kepada seluruh pastor, suster, bruder, frater, Mesdinar dan pengurus gereja, lingkungan. Berakhirnya Mgr Pius Datubara sebagai Uskup di KAM hanya sebatas jabatan dan tanggung jawab dan bukan pengembalaannya. Seluruh umat di KAM masih dapat dilayani Mgr Pius Datubara.
“Kita mendoakan agar Bapa Uskup tetap sehat dan tetap memberikan bimbingan dan nasehat-nasehatnya kepada kami seluruh rohaniwan, pengurus gereja dalam mengemban tugas mulia mewartakan Firman Tuhan, ujar Pastor Ignatius Simbolon.

Syukuran yang pada intinya perayaan Ekaristi, Mgr Pius Datubara didampingi sejumlah pastor di antaranya, P Leo Joosten Ginting Ofm Cap, P Ignatius Simbolon Ofm Cap, P Martinus Sarjan Pr, P. Stefanus Sitohang Ofm Cap, P Antonius Siregar Ofm Cap, P Hugolinus Malau Ofm Cap, P Sirus Simalango Ofm Cap, P Marianus Manullang Ofm Cap, P Sabat Saulus Pr, P Marianus Kedang Pr, P Moses Tampubolon Pr dengan thema :”Akulah gembala yang baik” dikutip dari Injil Joh 10:11A.

Perayaan ini juga disambut, tarian persembahan dari puluhan siswa SMP-SMA St Maria binaan Sr Margaretha SFD SAg dan guru lainnya. Sementara bacaan Firman Tuhan disampaikan Tiran Br Karo Sekali, Gimin Ginting SPd, pemazmur Naomi Manda Br Sagala. Sedangkan bacaan Injil disampaikan P Stefanus Sitohang Ofm Cap dilanjutkan doa umat disampaikan : Viator Bastanta Purba, Marheni Br Sembiring, Tamin Br Tarigan, Litka Br Ginting dan Junius Tarigan. Sementara dirigen dipimpin Netty Br Ginting S.Pd, Sr Helda Gardis SFD, Mburak Ginting dan Nd Mira Br Tarigan S.Pd.
Pada kesempatan tersebut, bupati Karo melalui perwakilannya Drs Swingli Sitepu memberikan cendera mata berupa cincin kepada Mgr Pius Datubara. Termasuk para pastor dan panitia juga memberikan sejumlah cendera mata kepada Mgr Pius yang diselang-selingi sumbangan sejumlah lagu dibawakan Pastor Stefanus Sitohang Ofm Cap.

Dikebumikan di Kabanjahe.

Sementara itu, dalam kata sambutan Mgr Pius Datubara diakhir perayaan Ekaristi, meminta jika meninggal dikebumikan di Kabanjahe. Pius beralasan bahwa, Tanah Karo memiliki sejarah yang memiliki sejumlah kenangan selama pengembalaannya, Tanah Karo merupakan wilayah paling gencar dan padat kegiatannya selama pengembalaannya 34 tahun di Keuskupan Agung Medan(KAM).

“Selain itu, Laubaleng merupakan kenangan masa kecil bersama keluarga dan sebelum menjadi imam dan juga selama pengembalaan. Sebab ini perlu saya katakan selagi saya masih hidup. Kalau saya nanti sudah mati, tidak usah ditanya lagi,” ujar Mgr Pius sambil tertawa mengakhiri. (M37)

Catatan:

Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara, OFM. Cap. dilahirkan di Lawe Bekung Aceh Tenggara, Nangroe Aceh Darussalam tanggal 12 Februari 1934.

Ditahbiskan menjadi seorang imam biarawan Kapusin pada tanggal 22 Februari 1964.

Ditahbiskan menjadi Uskup Medan 29 Juni 1975

Ditunjuk menjadi Uskup Agung Medang 24 Mei 1976

Pensiun sebagai Uskup Agung Medan 12 Febuari 2009 digantikan oleh Mgr. Anicetus Bongsu Sinaga, OFM. Cap.

(CK)

One thought on “SYUKURAN 34 TAHUN PENGGEMBALAAN Mgr. PIUS DATUBARA, OFM Cap. DI KABANJAHE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s