DR Bonar Napitupulu Terpilih Kembali Jadi Ephorus HKBP

Tarutung (SIB)
Diawali perhitungan suara yang sempat berlangsung cukup ketat, akhirnya Ephorus Pdt DR Bonar Napitupulu terpilih menjadi Ephorus HKBP periode 2008-2012 pada Sinode Godang HKBP dengan agenda pemilihan Ephorus, di Auditorium Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara, Kamis (4/9).
Penetapan Ephorus terpilih tersebut melalui pemilihan putaran kedua dengan hasil akhir perolehan suara untuk Pdt DR Bonar Napitupulu sebanyak 682 suara dan calon lainnya yaitu Pdt WTP Simarmata MA mendapat sebanyak 585 suara, selisih 97 suara.
Selisih suara kedua calon tersebut sebanyak 97 untuk keunggulan Pdt DR Bonar Napitupulu dari sebanyak 2.268 sinodestan yang berhak memberikan suara dalam pemilihan tersebut. Dan dari jumlah itu, satu suara dinyatakan batal.
Pemilihan Ephorus HKBP terpaksa dilakukan dua putaran karena pada putaran pertama yang diikuti 3 calon yaitu Pdt DR Bonar Napitupulu, Pdt WTP Simarmata MA dan Pdt DR Jamilin Sirait tak satupun di antara calon yang dapat memenuhi suara sesuai ketentuan yaitu 1/2N + 1. Pada putaran pertama tersebut, Pdt DR Bonar Napitupulu memperoleh 602 suara, Pdt WTP Simarmata MA 474 suara dan Pdt DR Jamilin Sirait 192 suara.
Mengetahui hasil akhir perhitungan suara, Pdt DR Bonar Napitupulu mendapat ucapan selamat dari Pdt WTP Simarmata MA dan keduanya saling berpelukan sangat erat dan foto bersama di Altar Auditorium Seminarium Sipoholon. Pada saat para sinodestan dan peninjau yang setia mengikuti perhitungan suara memberikan applaus kepada kedua tokoh HKBP tersebut yang terlihat sangat akrab dan tidak sedikitpun wajahnya memancarkan ketegangan karena persaingan.
Usai perhitungan suara dan penetapan pemenang oleh panitia pemilihan, kepada Pdt PWT Simarmata MA diberikan kesempatan untuk menyampaikan sepatah kata kepada sinodestan dan peninjau.
Mengawali ucapannya, Pdt WTP Simarmata MA mengajak seluruh pimpinan HKBP dan hadirin untuk mengucapkan puji syukur kepada Tuhan karena sinode godang HKBP pemilihan Ephorus dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Selanjutnya seluruh peserta sinode diajak secara bersama-sama bergembira dan mengucapkan selamat kepada Pdt DR Bonar Napitupulu yang terpilih sebagai Ephorus HKBP.
Pdt Simarmata juga mengulangi seruannya pada saat pembukaan sinode ketika memberikan laporan sebagai Ketua Umum Panitia Sinode Godang yang menghimbau agar keutuhan HKBP tetap dijaga. Juga diminta agar ditunjukkan kepada seluruh dunia bahwa kedamaian ada di HKBP.
Selanjutnya kepada pendukung yang telah memilihnya, Simarmata meminta supaya semuanya mendukung kepemimpinan Pdt DR Bonar Napitupulu sebagai Ephorus HKBP. “Sisada tangiang do hita songon naposo ni Tuhan I, asa tapareahi nadumenggan membangun bangsa dan negara dohot masyarakat, ai tusido hita di jou asa gabe pasu-pasu hurianta di tonga-tonga ni nahumaliang hita,” sebut Simarmata mengakhiri sambutannya yang disambut tepuk tangan sinodestan terutama setelah ditegaskan kembali bahwa pihaknya akan mendukung pimpinan HKBP dalam pelaksanaan seluruh tugas pelayanan di tengah-tengah HKBP.
Pemilihan berlangsung lancar dan tertib serta dengan kondisi yang kondusif dipimpin Ketua Panitia Pemilihan Pdt Syarif Nababan yang merupakan pendeta tertua HKBP pada pelaksanaan sinode tersebut. Acara pemilihan dimulai sekira pukul 09.00 WIB dan berakhir sekira pukul 19.00 WIB.
Acara sinode kembali dilanjutkan untuk kebaktian syukuran terpilihnya Ephorus dan akan dilanjutkan untuk pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKBP, kepala-kepala departemen dan praeses untuk 26 distrik periode 2008-2012. Sedangkan pelantikan Ephorus terpilih dilaksanakan, Minggu 7 September 2008 dalam acara kebaktian di Gereja HKBP Pearaja Tarutung oleh pendeta tertua di HKBP. (PR3/y)

2 thoughts on “DR Bonar Napitupulu Terpilih Kembali Jadi Ephorus HKBP

  1. Saya J. Sitompul mau membeberkan kebusakan para pemimpin (ephorusna) dengan jajarannya (kantor pusat)
    kalau seandainya ada seorang calon pendeta dibawa oleh saudaranya, diantar dengan rekomendasi dari gereja lokal ke ephorus maka si calon pendeta tersebut harus memberi umpeti kepada ephorus sebesar 5 juta sampai 10 juta. dan kalau ada calon pendeta yang mau menjadi pendeta ressort harus memberi umpeti sebesar 5-6juta. dan kalau ditempatkan ke daerah2 basah seperti HKBP Rawamangun,HKBP jalan jambu,HKBP duren sawit, HKBP sudirman, HKBP Kebayoran Baru, HKBP Kebayoran Lama, HKBP Tebet, maka harus memberi umpeti sebesar 7-8juta. ada upaya2 para pendeta untuk tidak dimutasikan kedesa-desa dengan cara mencari muka dengan ephorus, sekjen, praeses. atau dengan cara lancar memberi iuran bulanan secara rutin (Persembahan kantong II). Mungkin banyak sarat KKN (kental dengan marga). Ephorus kali ini lebih condong ke Pejabat2 negara seperti Bupati, Gubernur hingga Presiden. ada anggapan kemenangan Ephorus dalam sinode godang kali ini mendapat dukungan dari para bupati, dan gubernur. dan banyak jajaran kantor pusat enggan berkunjung ke desa2 terpencil karena tidak mendapat uang “sampingan”. lebih baik ephorus datang untuk meresmikan gereja, acara2 mewah, seminar2 dibandingkan dengan masalah2 HKBP seperti HKBP sidikalang, pondok bambu, HKBP getsemani dll. yang penting uang iuran bulanan dari gereja2 lokal (kantong persembahan II). ephorus lebih condong bergaul dengan orang2 kaya dan berpengaruh di negara ini dibandingkan dengan orang miskin, orang desa, orang yang tidak berpengaruh.
    Menurut (bekas mahasiswa STT HKBP M Siregar (sudah Keluar) bahwa STT HKBP juga banyak permasalahan seperti pungli2 kepada dosen, dan kakak2 senior. menurutnya apabila ada pendaftaran mahasiswa baru dan mau lolos dari ujian saringan masuk si mahasiswa harus memberikan umpeti sebesar 4-5 juta karena ada team2 yang bertugas pada pos masing2 karena yang diterima hanya 80 orang dari 600 orang pendaftar
    dan banyak juga tantangan dan halangan ketika mahasiswa tersebut sudah resmi menjadi mahasiswa, mereka harus “bekerja keras” membayar pungli dan uang keamanan kepada senior2. dan kalan mahasiswa mendapatkan nilai jelek pada suatu matakuliah, mereka harus patungan sebesar 300-500 ribu
    dan ketika mahasiswa sedang menjalankan skripsi mereka harus cari muka dan memberi umpeti dan buah tangan sebesar 500-900 ribu. banyak kasus hamil dibarak2 dan kasus kematian yang ditutup-tutupi oleh pihak rektorat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s