Sangat Berbahaya Apabila Gereja Hanya Berorientasi ke Dalam

 

Tarutung (SIB)
Ketua Umum PGI Pusat Pdt DR AA Yewangoe dalam sambutannya pada pembukaan Sinode Godang HKBP ke-59, Selasa (2/9) di Aula Seminarium Sipoholon Tapanuli Utara menegaskan, sangat berbahaya apabila gereja hanya berorientasi ke dalam karena akan menjadikan pelayanan sebagai kekuasaan, pada hal konsep dasar adalah memuji Tuhan dan melayani bukan dilayani. Oleh sebab itu bahaya ini harus dihindari termasuk juga oleh HKBP. Bahaya lain yang boleh saya sinyalir di sini adalah bahaya fundamentalistik, yang memerangkap banyak orang Kristen di seluruh dunia dan tidak terkecuali di Indonesia.


Mendaftarkan segala sesuatu pada fundamen Alkitab adalah wajib dan harus. Tetapi bersifat fundamentalistik adalah berbahaya, sebab dengan mudah kita akan menghitamkan orang lain dan memutihkan diri sendiri.
Selengkapnya sambutan Ketua Umum PGI Pusat pada pembukaan Sinode Godang HKBP ke-59 adalah sebagai berikut:
Yang terhormat
– Bapak/Ibu Pimpinan HKBP
– Bapak/Ibu peserta Sinode Godang HKBP yang ke-59
– Bapak/Ibu undangan anggota jemaat
Syalom !!….Horas !!….
Saudara-saudara sekalian, ijinkanlah saya sebagai Majelis Pengurus Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan ucapan selamat bersidang kepada HKBP.
Sinode Godang ini merupakan sinode yang ke-59, kalau dikalikan 5 tahun artinya gereja ini telah berusia lebih dari 100 tahun, ini berarti bahwa HKBP adalah gereja yang tua di Indonesia, ataupun bahkan di Asia Tenggara. Di mana gereja ini bukan hanya tua tetapi juga gereja besar.
Kita tadi telah mendengar bahwa semua utusan-utusannya datang dari seluruh Indonesia bahkan dari luar negeri. Tua dan besar berarti juga mempunyai tanggungjawab besar bagi masyarakat dan juga bagi gereja, bukan hanya dalam tubuh HKBP namun bagi seluruh gereja-gereja. Sebab HKBP merupakan salah satu pendiri Persekutuan gereja-gereja di Indonesia.
Saudara-saudara, dengan mengambil thema beritakanlah Injil kepada seluruh makhluk, gereja sebenarnya kembali kepada hakekatnya sebagai gereja. Gereja tanpa penginjilan seperti kehilangan makna, sebab di mana ada gereja di sana ada penginjilan. Gereja yang tanpa penginjilan adalah laksana garam yang hambar dan yang akan dibuang dan dipijak orang. Gereja tanpa pekabar Injil adalah laksana pelita yang disimpan di bawah gantang dan karena itu dia tidak berguna.
Tetapi pertanyaan kita sekarang ialah apa itu Injil? Apakah Injil yang harus dikabarkan oleh gereja termasuk HKBP. Dari khotbah dan dari pidato yang kita dengarkan bahwa Injil adalah kabar baik dan saya mengingatkan kepada saudara-saudara dalam sidang raya yang ke VII Dewan Gereja Indonesia (DGI) di Pematangsiantar, sebenarnya ditemukan secara baru makna apa itu Injil yang dipahami secara mendasar sebagai berita pembebasan yang diungkapkan dalam Lukas 4:18-19 “Orang buta dimelekkan matanya, orang lumpuh bisa berjalan, orang tuli mendengar dan kepada orang miskin disampaikan kabar baik”.
Mungkin ini diartikan secara kiasan, namun bila dipahami adalah gereja harus memberitakan kebebasan dimana ada ketidakbebasan.
Saudara-saudara sekalian, Gereja untuk dapat memberitakan pembebasan harus terlebih dulu bebas dari belenggunya sendiri, sebab tidak akan mungkin gereja menyampaikan pembebasan bila dirinya sendiri belum bebas dalam berbagai belenggu yang ada.
Kita bisa melihat di sini bahwa belenggu gereja misalnya gereja yang selalu berorientasi ke dalam, yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Ini merupakan belenggu dimana gereja tersebut akan sibuk dengan hal-hal yang bersifat institusional. Kendati institusi itu penting, namun institusi bukanlah tujuan dari bergereja.
Institusi hanya alat untuk melayani dan alat penyampaian berita kebebasan. Jika gereja terikat pada bentuk institusional maka dia akan menjadi terbelenggu dengan sistem institusionalistik (orientasi ke dalam) yang membelenggu tugas penyampaian kabar baik.
Saudara-saudara sekalian, bahaya gereja yang berorientasi ke dalam adalah bahwa ia menjadikan pelayanan sebagai kekuasaan, pada hal konsep dasar adalah memuji Tuhan dan kita adalah melayani, bukan dilayani.
Oleh sebab itu bahaya ini harus dihindari termasuk juga oleh HKBP. Bahaya lain yang boleh saya sinyalir di sini adalah bahaya fundamentalistik, yang memerangkap banyak orang Kristen di seluruh dunia dan tidak terkecuali di Indonesia.
Mendaftarkan segala sesuatu pada fundamen Alkitab adalah wajib dan harus. Tetapi bersifat fundamentalistik adalah berbahaya, sebab dengan mudah kita akan menghitamkan orang lain dan memutihkan diri sendiri. Maka bila pihak yang dihitamkan itu adalah orang lain, maka kita juga akan kepingin meniadakan mereka. Ini bukan sikap gereja, gereja harus menjadi gereja bagi orang banyak yang artinya gereja yang terbuka kepada sesama manusia.
Para hadirin yang saya hormati, masyarakat kitapun masyarakat Indonesia, harus mendengarkan berita pembebasan yang membebaskan dari berbagai belenggu. Karena kini kita menghadapi belenggu kemiskinan yang luar biasa. Kemiskinan sudah ada sejak dulu tetapi bahaya yang kita hadapi saat ini adalah kesenjangan antara miskin dan tidak miskin. Itu berarti pembebasan dari kemiskinan yang terjadi merupakan pembebasan dari ketidak adilan, dan sebagainya.
Beritakanlah Injil kepada semua makhluk dan ini sangat benar, dan merupakan perkataan Yesus sendiri, makhluk adalah yang berada dalam lingkaran ekosistem seperti pendapat para ahli sekarang, dan manusia tidak terlepas dari sistem tersebut.
Karena itu manusia yang saat ini menghadapi apa yang disebut “Global Warning” maka pembebasan juga harus berlaku, bagi makhluk-makhluk yang lain. Itulah Kabar baik dan Kabar yang harus diberitakan gereja-gereja termasuk di Huria Kristen Batak Protestan. Kabar baik diberitakan dan kita sebagai gereja juga harus menyadari bahwa bukan kita saja yang menyampaikan kabar baik, namun juga oleh saudara-saudara yang lain.
Dan pertanyaan mendasar adalah apa kelebihan kabar baik yang kita beritakan ketimbang yang diberitakan oleh saudara-saudara yang lain. Saudara-saudara sekalian saya tidak akan berpanjang-panjang lagi, harapan saya sebagai bahagian dari majelis pekerja harian PGI, supaya didalam Sidang Sinode Godang ini sungguh-sungguh kabar baik yang terpancar dan sungguh-sungguh kabar baik yang akan kita dengar nanti ketika anda menyusun program.
Ketika anda melakukan evaluasi, ketika anda sekalian memilih fungsionaris-fungsionaris yang baru, hendaknya kabar baik tidak berubah menjadi kabar buruk, sebab hal itu akan menjadi batu sandungan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.
Pada akhirnya saya kembali ingatkan bahwa masih ada agenda penting yang akan kita hadapi yakni Agenda Sidang Raya yang ke XV yang diselenggarakan pada akhir tahun 2009. Selain itu agenda Nasional yang akan kita lalui adalah pemilihan umum.
Untuk itu kita sebagai umat Kristen dan warganegara yang baik dan bertanggungjawab, menggunakan hak pilihnya dengan mendengarkan hati nurani untuk ikut serta dalam Pemilu yang akan datang, Saya tahu bahwa keriuhrendahan sekarang sudah mulai, sebab banyaknya partai politik yang mungkin akan mengunjungi saudara. Tetapi kami percaya di dalam mendengarkan hati nurani yang dibisiki oleh Roh Kudus, akan tahu persis apa yang harus dipilih. Sekali lagi Selamat bersinode. Mari beritakan Kabar baik.
Syalom!!………..Horas!!!!(h)

3 thoughts on “Sangat Berbahaya Apabila Gereja Hanya Berorientasi ke Dalam

  1. Sinode godang merupakan pesta puncak dalam AD/ART HKBP, semisal pemilu yang akan kita jelang 2009, dalam pesta ini, akan dipilih pimpinan tertinggi HKBP, yang dikenal dgn Ephorus, serta juga kepala kepala dewan sesuai aturan baru HKBP 2002.
    Setelah begitu lama mengalami masa masa sulit, seluruh jemaat melihat dan merasakan, bagaimana kehancuran HKBP pada masa itu, ada pro X dan ada Pro Y, membuat banyak jemaat khawatir akan moment ketika itu, luka luka batin dan kejadian itu ingin di hapuskan oleh jemaat HKBP, yang tentunya dimiliki oleh seorang pemimpin yang visioner, pemimpin yang memiliki jiwa mengayomi, dan jiwa pelayanan, sepanjang sejarah para pemimpin di tubuh HKBP, banyak yang meninggalkan jejak baik dan jejak buruk, yang baik sering dan mudah untuk dilupakan orang, dan yang buruk sebaliknya, pemimpin HKBP dituntut untuk menjadi seorang pribadi yang “sempurna”
    Tuntutan jaman dan modernisasi pembangunan, memerlukan pemimpin yang bukan hanya Lips service, dan hanya “tebar pesona atau NATO, secara khusus pemimpin di lingkungan gereja harus bisa membedakan pemimpin organisasi sekuler dgn pemimpin organisasi gereja. Management pelayanan, serta explorasi SDM serta pengembangan SDM.
    Pemilihan Ephorus akan menjadi terus dinanti nantikan oleh ruas HKBP, karena ruas rindu akan pemimpin yang “sempurna” sehingga iman pengharapan jemaat semakin bertumbuh sejalan dengan pelayanan yang “berjiwa dan punya roh” dari para pendeta HKBP. bukan malah membuat iman jemaat yang “mengantuk” oleh sebab pendeta HKBP yang berkhotbah dengan hanya membaca doang”. tetapi pendeta yang dipanggil untuk menjadi pengayom, pendidik seperti pilar pelayanan HKBP itu sendiri.
    Selamat bersinode, semoga kecemasan serta harapan ini bisa di hapuskan dan di jawab oleh mereka mereka yang terpilih nantinya.

    Horas
    Pak Naomi Sitohang
    Mantan Ketua PPNH NHKBP Lubuk Baja Batam
    Ketua Ama Marturia HKBP Batu Aji Baru Batam

  2. Bila gereja Tuhan ini (HKBP) memang berorientasi ke dalam, maka internalnya sudah seharusnya cukup mapan dalam organisasi.
    Sebaliknya belum melihat hasil yang telah dicapai secara internalnya. Sampai saat ini pengaruh pencobaan masa lalu masih meninggalkan bekas yang belum tersembuhkan (Luka2 batin). Yang bisa kita harapkan adalah perbaikan sistem dalam gereja ini sehingga akan tetap dipandang sebagai gereja yang membawa perdamaian. Dan sanggup menyampaikan injil Kristus dengan Gamblang.

    from :
    Janto Sitohang
    (Anak ni Ex Gr. Huria HKBP Baringin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s