DANAU BIRU RINDU BIRU

 

Oleh: Idris Pasaribu

 

bersabarlah,

milik paling berharga untuk kita

tiada sepatah lagi ucap yang mampu kueja

untuk kubawa bersama jasad bunda

yang selalu menyenandungkan biru danau

saat memandikanku ditepiannya

melumuriku dengan air langir potongan jeruk purut

melelehi dari ubun-ubun ke sekujur tubuh

 

bersabarlah

bayu yang mengelus pucuk-pucuk pinus

berubah angin kencang mendesing menyapu bumi

riuhnya suara burung pagi hari

berubah deru mesin pemotong kayu

mengusir nuri

mengusir murai

mengusir emprit

mengusir gelatik

 

bersabarlah,

danau biru bukan milik kita lagi

danau biru hanya tinggal sebuah rindu

 

Danau Toba, April 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s