KISAH KASIH TAK BEROLEH RESTU ORANG TUA…

Oleh: Darwinto Sitohang (Pekan Baru – Indonesia)
27 Agustus 2008 melalui milis sitohang.org
“Akhirnya”
Sabtu sore dibulan april saat itu, mendung menyelimuti kota Pekanbaru, Darwinto yang sedang termenung didalam mobil tidak tahu tujuan dikagetkan oleh dering hpnya dan spontan diangkatnya…
“Halo…kenapa han?”jawabnya.
“kamu lagi dimana, bisa ketemu ga sore ini?”. Dengan nada datar terdengar suara wanita itu.
“boleh..aku lagi dijalan nich, emang kamu dimana? dijemput atau mau ketemu dimana?”
“ya udah, aku ketempat kamu aja ya?” suaranya semakin berat, sepertinya ada masalah yang menyesakkan dadanya.
“oke…kutunggu ya”.jawab Darwinto penuh tanda tanya. sampai menjelang ketemu ia bertanya2 dalam hati, ada apa gerangan.
Pukul lima saat itu ketika Sherly kekasih hatinya sampai didepan kediaman Darwinto.
Baru saja memarkirkan motornya Sherly langsung memeluk Darwinto sambil menangis…
“kamu kenapa?” tanya Darwin cemas.
“Papa sakit han, sekarang dia diopname diRS..kamu tahu kenapa? kata mama itu semua karena hubungan kita, papa benar-benar menentang han…kata yang terakhir diucapkan sebelum dilarikan keRS kamu tahu apa?”tanya Sherly.
“Apa?” tanya Darwin penasaran.
“Selagi siSherly sama sitohang itu jangan ketemukan aku dengan Sherly, dan aku tidak akan menganggap dia anakku klo dia ngotot harus sama sitohang itu.”ucap Sherly sambil terisak tidak dapat membendung air matanya.
“terus sekarang gimana?”Darwin bertanya sambil menghela nafas panjang, ia kecewa dengan pernyataan orang tua Sherly.
“kita kawin lari aja yuk han…aku sayang sama papa, tapi aku juga ga mau kehilangan kamu..”
“ga han…aku ga setuju dengan cara itu, yang aku tahu mantan pacar itu ada..tapi mantan anak ada ga?”Darwin mencoba tenang, tapi ia kalut tidak bisa mikir apa-apa lagi selain pasrah.
Setelah satu tahun terakhir ditentang karena perbedaan prinsip dan keanggotaan jemaat mereka backstreet dari keluarga Sherly. Orangtua Sherly adalah seorang yang dinomor satukan disalah satu gereja didaerahnya, dan ternyata Darwinto tidak satu aliran dengan keluarganya. Hal inilah penyebab utama, dimana satu sama lain saling bertahan.
Singkat cerita, akhirnya mereka memilih untuk berpisah walau masih saling mencintai…
Munafik rasanya klo harus berkata “ya udah kita pisah aja” sementara rasa itu begitu kuat untuk bersatu. Namun apa daya, mereka sudah berusaha semampunya…tiada guna cari siapa yang salah. Yang ada hanya kekecewaan yang dalam, waktu dan perjuangan yang hampir lima tahun itu pupus sudah…Mengadu pada Tuhan? Puasa dan Doa pun dilakukan, tapi kehendakNya yang jadi. Mereka hanya bisa berencana, tapi klo jadi bencana siapa yang tahu?.
Hingga berita ini diturunkan, selama kurang dari dua tahun sejak kejadian diatas..Darwinto dan Sherly masih saling mencintai tanpa harapan, walau sudah menjalani hidup masing-masing..tapi mereka masih tetap komunikasi dan sesekali masih terucap kata sayang yang tertahan.

PS: Darwinto sangat mengharapkan Pembaca dapat memberikan solusi atas kisah kasihnya ini.

Pada milis sitohang Darwinto juga melampirkan Rekaman Audio yang menceritakan kisah hubungannya dengan Honey (Sherly sang kekasih hati) namun Parhobas tidak dapat melampirkannya disini sehubungan dengan File type does not meet security guidelines, untuk itu Parhobas mohon maaf atas kekurangan ini.

9 thoughts on “KISAH KASIH TAK BEROLEH RESTU ORANG TUA…

  1. Honey…honey…

    Ini cerita kamu?…
    Knapa kmu ga cerita aja sekalian bagaimana kamu…
    knapa dari sisi aku aja?
    kmu takut ya han dengan sifat Playboy kamu?

    Aku fikir yang kmu ceritakan itu apa…dan kupikir rec. itu kamu kasih cuma buat aku…

    Buat pengunjung blog…
    Aku memang mencintainya…dan aku tidak membantah cerita itu!
    HAnya saja aku pengen klarifikasi sedikit, Papa memang lagi sakit..dan sebenarnya dia tidak begitu2 amat…
    HAnya saja karena sakitnya dia tidak bisa adu argument saat ini…

    Jadi mohon doanya juga ya…

    Thank’s…

    Buat kamu han…kuharap tidak terlalu banyak cerita tentang PRIVASI kita keorang banyak…

    With love…

  2. Amin…amin…amin…
    @joe…Thank’s buat doanya!

    Tadinya kupikir dia ga mau buka blog kita ini…
    tapi Puji Tuhan dia masih menyisihkan sedikit waktunya!

    Salam

  3. Emank susah banget klo orang tua yang jadi lawan.
    Aku juga mengalaminya laeku…
    Orang tua dari pacar aku juga ga setuju dengan hubungan kami, sementara pacar aku paling takut dengan orang tuanya..
    Aku juga sangat bingung ne.. Serahkan aja ama Tuhan ya..

  4. Trim’s buat lae Roi sinaga…

    Semoga Tuhan memberikan jalan terbaik dikehidupan kita masing-masing.
    Mudah mudahan ini suatu ujian dan pelajaran yang berharga buat kita menjadi lebih baik…

    Horas…

  5. Menurutku ini masalah nilai dan prinsip, nilai ini bersifat relatif sementara prinsip bersifat absoulut. Nilai bersifat relatif karena nilai ini sangat tergantung dengan tempat, keadaan, atau paham, misalnya nilai-nilai di batak berbeda dengan nilai-nilai di suku menado atau jawa. Misal kalau di menado diharapkan seseorang mengambil/menikah dari kaumnya, sementara di batak mungkin tidak boleh saling mengambil/menikah dengan satu rumpunnya misalnya marga-marga PARNA justru yang disarankan adalah mengambil pariban yang mana di suku lain justru tidak diperbolehkan, dsbnya.

    Sementara Prinsip berlaku dan diterima dimanapun, misalnya JUJUR, jujur di orang jawa juga diterima sama jujur juga di orang batak, atau dimanapun JUJUR itu sama baik adanya.

    Kembali ke hakikat KASIH dalam konteks diatas perkawinan yang tidak/blm jadi karena orangtua tidak setuju. Saya pikir ini berangkat dari pemahaman yang sangat terbatas tentang arti kasih dan perkawinan itu sendiri.

    Untuk melihat case ini kita harus kembali lihat dari sisi INJIL KRISTUS yang merupakan KEBENARAN tertinggi, Anak bukanlah milik orangtua, tetapi hanya titipan Tuhan untuk kelanjutan penciptaan/keturuan dan kehidupan di dunia.
    Jadi orangtua merawat si anak sampai si anak dewasa dan dapat mandiri, selesai sampai disitu.

    Tetapi CINTA/KASIH dalam arti yang dewasa (jadi bukan cinta monyet spt cinta anak remaja) merupakan anugerah Tuhan di hati manusia (dalam kasus ini, di hati 2 insan muda mudi). Jadi jika demikian halnya sesungguhnya orangtua tidaklah berhak mencabut cinta kasih tersebut. Karena orangtua pun mungkin tetap manusia yang terbatas pemahamannya.

    Di Alkitab ada beberapa ayat yang kiranya dapat membantu kita untuk melihat case ini.

    Keluaran 20
    20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
    ditujukan kepada anak)

    Kejadian 2
    2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (dinyatakan betapa kuatnya hub suami istri itu)

    Efesus 5
    5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

    Efesus 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (ditujukan kepada orangtua untuk mendidik dalam ajaran dan nasihat Tuhan).
    komentar saya: apakah orantua melarang hubungan tersebut karena sungguh2 berdasarkan nasihat Tuhan? (dasar larangan itu apa?)

    Jadi saya pikir harus dikembalikan kepada komitmen 2 insan ini, memang manusia hanya berusaha tetapi Tuhan lah yang menentukan. Namun dalam case ini harus tetap ada usaha2 dilakukan. Saya pikir case spt ini sudah sering terjadi, kebanyakan yang kita lihat, tidak ada orantua yang menolak anaknya.
    Tetapi apa jadinya jika ternyata di kemudian hari oleh karena larangan orangtua tersebut, insan ini tidak memutuskan untuk tidak menikah atau mungkin yang satu menikah dengan yang beda agama, hingga akhirnya si orangtua yang melarang sudah meninggal. (dalam case ini saya punya teman yg memutuskan untuk tdk menikah, karena lelaki idamannya dilarang orangtua perempuan)

    Atau kalo tidak mau rumit, prinsipnya begini:

    Apa yang ada diluar diri anda tidaklah begitu penting, tetapi yang ada di dalam dirimu lah yang terpenting.

    Jadi anda dapat memilih respon terhadap stimulus itu, tergantung respon apa yang anda ambil berdasarkan empat anugrah Tuhan yaitu : 1. Kesadaran diri 2. Hati nurani 3. Imajinasi, dan 4. Kehendak bebas.
    atau dengan kata lain :

    DIANTARA STIMULUS DAN RESPON TERDAPAT SUATU RUANG/JEDA WAKTU, DIMANA KITA DAPAT MEMILIH RESPON KITA BERDASARKAN 4 ANUGRAH (1. Kesadaran diri 2. Hati nurani 3. Imajinasi, dan 4. Kehendak bebas.)

    Kusarankan silakan saudara mempelajari
    1. Alkitab
    2. 7 Habbit (7 kebiasaan manusia yang sangat efektif dari Steven Covey )Menghidupi hidup berdasarkan prinsip.

    Semoga memberikan pencerahan.

    Syallom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s