GUBERNUR SUMUT MEMBERIKAN SAMBUTAN DALAM SINODE GODANG HKBP

Tarutung (SIB)
 

 

Duaribu orang menghadiri acara pembukaan Synode Godang HKBP ke 59 di Sipoholon Tapanuli Utara, Selasa (2/9-08) kemaren. Dari seharusnya 1290 peserta synode telah hadir 1067, sudah memenuhi quorum karena sudah mencapai 82 persen. Acara pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu, telah berlangsung semarak, khusuk, tertib dan lancar penuh sukacita.

Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin SE mengatakan semua agama menyebarkan kasih sayang dan di Kristen lebih ditekankan kasih sayang tersebut berdasarkan firman “Cintailah sesama kamu seperti kamu mencintai diri sendiri.”

“Tidak ada satu ayatpun di Bibel yang menyuruh kita bermusuhan, di dalam Alquran juga tidak ada. Apalagi dalam pemilihan Ephorus dan Sekjen tidak ada diatur berkelahi,” sebutnya.

Hal itu disampaikan Gubsu Syamsul Arifin SE dalam sambutannya pada pembukaan Synode Godang HKBP ke-59 1-7 September 2008 di Aula Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara, Selasa (2/9) disambut tepuk tangan gemuruh dari 2000 hadirin.

Synode Godang HKBP ke-59 dibuka Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali dalam suatu acara ibadah dan perjamuan kudus yang dilanjutkan dengan acara nasional dan kata-kata sambutan.

Gubsu berpesan kepada sinodestan untuk memilih siapa yang dipilih Tuhan. “Kalau yang dipilih belum menang, bukan berarti kalah tapi karena suaranya belum cukup. Kalau yang dipilih itu menang, berarti itulah kehendak Tuhan,” sebutnya disambut lagi gemuruh tepuk tangan yang menghadiri acara tersebut.

Menurut pengakuan Gubsu bahwa ia melihat HKBP sudah capek selalu mau berkelahi. “Yang berkelahi itu sebenarnya adalah orang Batak, bukan orang Protestan. Tapi dibawa ke gereja dan inilah yang salah,” tegasnya. (tepuk tangan lagi).

Syamsul Arifin mengatakan tidak terkejut melihat Aula HKBP karena tadinya dipikir sudah lebih hebat dari yang ada sekarang. “Lima juta jemaat HKBP, satu kali mimpi menyumbang Rp2.000 maka sudah terkumpul Rp10 miliar. Betapa besarnya kalau mimpi 12 kali, berarti mencapai Rp120 miliar. Di sini orangnya belum mimpi baik,” sebutnya memberikan ilustrasi bagaimana sesuatu akan dapat terbangun kalau ada kebersamaan untuk membangun.

Sementara itu, Ketua Umum PGI Pusat Pdt DR AA Yewangoe dalam sambutannya menyebutkan dengan thema synode “Beritakanlah Injil kepada seluruh makhluk menegaskan bahwa gereja sebenarnya kembali kepada hakekatnya sebagai gereja.

Gereja tanpa penginjilan seperti kehilangan makna, sebab dimana ada gereja di sana ada penginjilan. Gereja tanpa penginjilan adalah laksana garam yang hambar dan yang akan dibuang dan dipijak-pijak orang. Atau laksana pelita yang disimpan di bawah gantang dan karena itu tidak berguna. Dia meminta gereja jangan hanya berorientasi ke dalam internal sebab Injil harus diberitakan ke seluruh makhluk.
 

 

Pdt DR AA. Yewangoe menegaskan agar gereja dapat memberitakan pembebasan maka harus lebih dulu membebaskan dirinya dari belenggu dirinya sendiri. Sebab tidak mungkin gereja menyampaikan pembebasan bila dirinya sendiri belum bebas dalam berbagai belenggu yang ada. “Belenggu gereja misalnya selalu berorientasi ke dalam yang hanya mementingkan diri sendiri. Ini merupakan belenggu dimana gereja tersebut akan sibuk dengan hal-hal yang bersifat institusional. Jika gereja terikat pada bentuk institusional maka dia akan menjadi terbelenggu dengan sistim institusionalistik (orientasi ke dalam) yang membelenggu tugas penyampaian kabar baik,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Ketua Umum Panitia Synode Godang HKBP ke-59 Pdt WTP Simarmata MA dalam laporannya menyampaikan synode akan mengevaluasi perjalanan HKBP pada periode 2004-2008, menetapkan Rencana Induk Pengembangan Pelayanan HKBP (RIPP) dan rencana strategis serta sikap umum HKBP 4 tahun ke depan untuk menuntun maju ke masa depan dengan cemerlang menjawab tantangan zaman.

Agenda berikutnya adalah memilih fungsionaris HKBP yang terdiri dari Ephorus, Sekretaris Jenderal, Kepala Departemen Koinonia, Marturia dan Diakonia serta 26 orang Praeses yang memimpin distrik.

Pdt WTP Simarmata mengharapkan Synode Godang berlangsung sejuk, penuh kedamaian dan bersahabat tanpa kehilangan daya kritis untuk menilai secara konstruktif perjalanan gereja HKBP. “Kita boleh berbeda pendapat tapi kita tetap bersaudara. Kita boleh berbeda pilihan tetapi tetap HKBP. Sebab HKBP telah dewasa dan tidak akan mau mengulangi sejarah masa lalu,” tegasnya.

Pembukaan Synode Godang HKBP ke-59 tersebut dihadiri tokoh masyarakat DR GM Panggabean dan ibu br Hutagalung, Ferdinan Simangunsong, Sariaty Pardede, Ephorus Emeritus Pdt Dr JR Hutauruk, anggota DPR RI Jhony Allen Marbun, anggota DPRD Sumut Ir GM Chandra Panggabean dan istri Rooslynda br Marpaung, Burhanuddin Rajagukguk, anggota DPD RI Lundu Panjaitan, Nurdin Tampubolon, Parlindungan Purba, Ketua GAMKI Sumut Ir Ronald Naibaho MSi.

Sejumlah kepala daerah juga hadir antara lain Bupati Taput Torang Lumbantobing, Walikota Sibolga Drs Sahat P Panggabean MM, Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus, Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing, Bupati Tapteng diwakili Asisten Umum Rinto Alwi Simamora BA, Ketua DPRD Taput FL Fernando Simanjuntak SH MBA, Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga Maida Hutagalung, Kapolres Taput AKBP Edi Napitupulu, Kajari Tarutung Mangasi Situmeang SH LLM, Dandim 0210/TU Letkol Arhanud Ramses Lumbantobing, Sekdakab Taput Drs Sanggam Hutagalung MM dan sejumlah pejabat lainnya.

Sementara itu, rombongan Gubsu terdiri dari Kakanwil Depag Sumut Syaiful Mahya Bandar, Asisten I Hasiholan Silaen SH, Asisten III Kessos Drs Rahudman Harahap, Kaban Infokom Drs Eddy Sofian MA, Kadis Pertambangan Washington Tambunan, Direktur KIM Drs Gandhi Tambunan dan Sanggam Bakara.

Pada kesempatan itu Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu menyampaikan arahan dan bimbingannya dengan mengatakan bahwa Synode Godang bukanlah hanya sebagai kegiatan rutin di HKBP melainkan suatu kegiatan yang kudus yang menjadi tugas panggilan HKBP mentransformasi gereja ke dalam dunia ini.

Ephorus mengajak seluruh komponen HKBP untuk mensyukuri kemajuan HKBP dalam periode yang dilalui termasuk bagaimana hubungan HKBP dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri yang kian harmonis.

Pembukaan Sinode Godang HKBP ke-59 dilaksanakan melalui dua bagian acara yaitu yang pertama acara ibadah dan perjamuan kudus serta yang kedua adalah acara nasional.

Untuk pelaksanaan ibadah lebih dulu dilakukan prosesi untuk memasuki Aula oleh para Pimpinan HKBP yakni Ephorus Pdt DR Bonar Napitupulu, Sekjen Pdt WTP Simarmata MA, Kepala Departemen Koinonia Pdt BM Siagian, Departemen Marturia Pdt MH Sihite STh. Diakonia Pdt Nelson F Siregar STh, pengkhotbah Ephorus GKPS Pdt Belman Purba Dasuha STh, Liturgis Pdt Darwin Lumbantobing (Ketua STT HKBP), pembawa Alkitab, Salib, Lilin, Palu Sidangan, para praeses dan pembawa vandel distrik.
Sementara para sinodestan dan undangan baik dari pejabat pemerintahan dan tokoh-tokoh masyarakat berdiri menyambut masuknya barisan prosesi.

Ibadah berjalan dengan khusuk diawali dengan panggilan beribadah dilanjutkan Liturgis oleh Pdt Darwin Lumbantobing, menyanyikan lagu kidung jemaat oleh seluruh umat dan koor yang dibawakan Universitas Dharma Agung (UDA) Medan, HKBP Suprapto, PWD Jakarta 3, HKBP Menteng, peserta Synode Godang, punguan Ina Ester HKBP Sutoyo.

Sedangkan khotbah yang dibawakan Ephorus GKPS Pdt Belman Purba Dasuha STh mengangkat nats Markus 16 ayat 15 yang menekankan umat Tuhan diperintah menyampaikan kabar baik ke seluruh makhluk yang intinya adalah manusianya sebab jika manusia sudah baik maka dia akan menjaga semua hal dengan baik.

Untuk itu diharapkan kiranya umat menjadi manusia yang bertindak sebagai pelaku firman yang baik dan pejabat gereja yang baik sebab dengan sendirinya semuanya akan baik.

Pdt Belman Purba Dasuha mengatakan mungkin ada peserta Synode yang tegang hatinya, namun sebaiknya harus relaks (santai) sebab firman Tuhan memberikan kesejukan dan damai sejahtera.

Menurutnya, sekarang ini ada tiga (3) hal mengguncang gereja yang harus disikapi dengan hati yang bulat yakni, pertama, mutasi di tengah pelayan jemaat. Bahwa rata-rata gereja Lutheran berebut melayani di tengah kota besar seperti Jakarta, Medan dan Siantar dan kurang bersedia ditempatkan di daerah pedalaman seperti Lontung.

Yang kedua adalah periodesasi sebagaimana HKBP saat ini melaksanakan Synode Godang sebagai periodesasi dan semua mata dan pilihan tertuju ke ajang ini. Maka menjadi pertanyaan apakah HKBP mampu menyelesaikannya. Dan yang ketiga adalah soal keuangan yang diharapkan harus jelas dan transparan.

Usai khotbah dilanjutkan dengan pembukaan Synode Godang yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 3 kali oleh Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu didampingi Sekjen Pdt WTP Simarmata MA, Kepala Departemen Koinonia Pdt BM Siagian, Departemen Marturia Pdt MH Sihite STh, Diakonia Pdt Nelson F Siregar STh dan pengkhotbah Ephorus GKPS Pdt Belman Purba Dasuha STh.

Pemukulan gong dilakukan setelah panitia membacakan bahwa jumlah peserta Synode Godang yang diharapkan hadir sesuai dengan Peraturan HKBP adalah 1.290 orang. Sedangkan peserta yang telah hadir sebanyak 1.067 orang telah quorum yakni 82 persen.

Setelah itu dilanjutkan dengan Doa Syafaat yang dibawakan Pdt Lazim Barasa STh dan perjamuan kudus yang dipimpin Liturgis Pdt Darwin Lumbantobing dibantu sejumlah pendeta untuk membagikan roti kudus dan anggur kudus.

Perjamuan kudus itu diikuti sekira 2.000 orang yang mengikuti ibadah terdiri dari sinodestan, panitia, undangan dan peninjau. Seluruhnya memakan roti kudus dan minum anggur kudus setelah Liturgis mengucapkan perkataan Yesus yang mengatakan “Inilah tubuhku, makanlah dan inilah darahku minumlah.”

Usai acara ibadah yang merupakan acara pertama dari pembukaan Synode Godang dilanjutkan dengan acara bagian kedua yaitu acara nasional. Pada saat akan memulai acara tersebut Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin memasuki ruangan aula Seminarium Sipoholon bersama rombongan yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Gubsu tiba di tempat acara yang datang dari Medan menggunakan pesawat melalui Bandara Silangit Siborongborong dan melanjutkan perjalanan melalui darat hingga ke Seminarium.

Acara nasional dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta dipimpin Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu dilanjutkan kata-kata sambutan oleh Ketua Umum Panitia Synode Godang HKBP Pdt WTP Simarmata MA, Ketua Umum PGI Pusat Pdt AA Yewangoe, Gubsu Syamsul Arifin SE dan bimbingan dan arahan Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu.

Mengakhiri acara pembukaan, dilaksanakan pemberian cenderamata berupa ulos dan tas peserta synode kepada empat orang tokoh yang dianggap istimewa menghadiri acara pembukaan tersebut yaitu Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin SE, tokoh masyarakat DR GM Panggabean, Ketua Umum PGI Pusat Pdt AA Yewangoe, dan Komite Nasional LWF/Sekber UEM Pdt Belman Purba Dasuha STh.

Berikutnya adalah acara salam-salaman dan foto bersama serta memberangkatkan Gubsu dan rombongan Gubsu serta undangan lainnya. Kemudian para sinodestan, peninjau dan beberapa undangan lainnya makan bersama dan beristirahat sejenak. Setelah itu kembali bersynode. Kelihatan semua bergembira, karena acara pembukaan synode itu telah berlangsung semarak namun khusuk dan khidmat penuh kesejukan, keakraban dan kebersamaan. Semua yang ditanya SIB mengharapkan, semoga Synode HKBP ini dapat berlangsung damai dan sukses. Semua mengharapkan HKBP yang mempunyai anggota 5 juta orang dapat berperan lebih besar ke depan. (PR3/T10/Car/d/f)

(CK) 

About these ads

11 thoughts on “GUBERNUR SUMUT MEMBERIKAN SAMBUTAN DALAM SINODE GODANG HKBP

  1. togar pangaribuan

    Adakah Pimpinan dan segenap pelayan di HKBP menangkap makna dari kata sambutan Gubernur Sumatera Utara? Bukan jamannya lagi berantem. Batak yang berantem bukan Protestant. Sungguh ini adalah kata-kata yang menyindir tapi benar. Sudah saatnya HKBP kembali kepada misi yang Tuhan Yesus ajarkan: Preaching, Teaching, Healing. Pemberitaan Injil, Pengajaran/pendidikan dan Pengobatan untuk penyembuhan. Adakah penginjilan HKBP masih berlangsung atau sudah sibuk dengan eksklusivisme diri sendiri dan mencari kemuliaan sendiri melalui jabatan Praeses, Ephorus dan Penugasan Pendeta yang terasa KKN nya? Adakah Univ. HKBP Nomensen dan sekolah HKBP lainnya bertambah maju atau sibuk BERANTEM dan REBUTAN JABATAN? Adakah Rumah sakit ataupun Klinik di bawah HKBP semakin didatangi oleh pasien karena terkenal dengan pelayanan dan mutu pengobatan yang baik? atau sudah tidak ada yang berminat datang berobat karena sikap arogan orang Batak secara umum? Rendahnya sikap melayani yang dimiliki “pelayan Tuhan” di HKBP juga menjadi salah satu penyebab kenapa generasi muda kurang tertarik untuk terus beribadah di HKBP meskipun secara administratif tetap terdaftar di HKBP. Kiranya Sinode Godang ke -59 ini membuahkan pimpinan HKBP yang TAKUT AKAN TUHAN dan TIDAK TAMAK AKAN UANG, JABATAN, MAUPUN PENGHORMATAN. Mari kita perbaiki HKBP supaya kita terhindar dari kondisi seperti yang terjadi di Eropah dimana Gereja besar sudah sangat minim pengunjung yang datang beribadah.
    St. DR. TOGAR HARAPAN PANGARIBUAN MSc.
    HKBP Pondok Kelapa JAKARTA TIMUR, Distrik XIX Jakarta-2.

    Reply
  2. benhard SITOHANG

    1 kalimat penting GUBSU yang perlu kita cermati ; “yang berkelahi itu bukan protestan, tetapi Batak”.
    Apakah memang itu karakter batak, kalau berkumpul..banyak, maka pada akhirnya berkelahi, sebagaimana yang sering kita dengar di tengah2 masyarakat kita. Kebetulan, lebih parah lagi, karena berkelahi itu di gereja, dan akhirnya berkelahi mengatas namakan gereja HKBP.

    Tahun 2005 (setelah workshop Diakonia HKBP Jabartengdiy, di Bandung), saya pernah mengusulkan untuk merubah nama menjadi GEREJA HKBP (dengan catatan, HKBP bukan singkatan, tetap digunakan sebagai nama, untuk tidak menghapus sejarah). Perubahan ini saya maksudkan untuk menghilangkan exclusivisme yang ada di HKBP, yang diperkirakan seharusnya akan dapat meredam karakter “berkelahi” itu, karena asumsinya akan ada suku lain yang menjadi jemaat GEREJA HKBP (dan dapat berperan sebagai mediator heterogenitas).

    Usulan tersebut, mungkin terlalu revolusioner bagi majoritas kalangan HKBP.. yang pada akhirnya juga saya artikan sebagai resitensi untuk perubahan, termasuk resistensi untuk “tidak berkelahi”.

    Semoga Sinode kali ini, memberi angin segar…. walaupun saya sendiri masih pesimis.

    Reply
  3. Nimrod Sitohang [ Pak Naomi ]

    Ephorus dan Penugasan Pendeta yang terasa KKN nya?

    Sengaja saya Plot comen ini,.karena orang awam sudah pada tau, bahwa sistem mutasi untuk para pendeta di tubuh HKBP sangat sarat dgn unsur KKN.

    umumnya pendeta HKBP akan dimutasi setelah minimum mangula 5 taon, namun prakteknya sering beda.

    Reply
  4. Sitohang Par Bintan

    Sewaktu kecil di Siantar saya sudah berteman dengan anak-anak HKBP…

    Masa sekolah di jakarta saya sering dibawa tetangga marayat-ayat di HKBP Sutoyo…

    Saat kuliah di Malang kalau rindu suasana kebaktian Batak saya ke Gereja HKBP Jln. Bromo yang bagus…

    Saat saya merantau ke Bintan bersama muda mudi HKBP pangaranto mendirikan persekutuan doa oikumene…Belakangan banyak teman-teman HKBP lebih aktif di persekutuan oikumene daripada ke gereja HKBP sendiri…

    Ketika saya jalan-jalan ke Singapura ternyata di sana sudah ada jemaat HKBP…salah satu penatuanya adalah marga Samosir…

    Ketika saya jalan-jalan ke pulau Kundur, salah satu pulau kecil di perairan selat Malaka ternyata disana sudah ada pagaran gereja HKBP di tengah kota…

    Di Kabupaten Bintan, dua dari 25 anggota DPRD adalah sintua HKBP, St. M. Marbun dan St. A. Sinaga…

    Kemanapun saya pergi selalu jumpa HKBP dengan jemaatnya yang bersemangat dan mandiri…

    Selamat ber SINODE GODANG…

    (sian Parhuria bariba yang sering rindu mendengar jamita pandita HKBP)

    Reply
  5. Janto Sitohang

    Umur HKBP memang sudah cukup tua dibanding dengan organisasi2 gereja lainnya. Namun jangan pernah pegang kata2 yang dahulu cukup ampuh untuk mengurangi beban hati “Songoni do organisasi molo dung balga punguan i”
    Punguan yang besar belum tentu MATORAS (Dewasa).

    Dewasa menandakan organisasi akan tampil cemerlang sebalikanya tidak dewasa membawa organisasi itu akan carut marut.

    Pola yang diterapkan HKBP sangat sulit untuk mengomentarinya secara organisasi itu dipenuhi oleh orang2 yang punya pendidikan tinggi dan dihormati apalagi dengan tanda Pdt.

    Saatnya hari2 ini kita menganggap masa lalu biarlah berlalu dan menuju pada panggilan yang indah/sorgawi dari Yesus Kristus Tuhan kita.

    Good luck for SINODE GODANG HKBP.

    Reply
  6. batusonar

    wah kita anggota HKBP harusnya malu karena gubernur yang notabene muslim mengingatkan kita supaya damai… malu ah kalau masih ada gereja di lingkungan hkbp masih bertengkar

    Reply
  7. Ruas-Bandung

    Selama pemilihan pemimpin HKBP tetap menggunakan sistem yang pemilihan pimpinan ORMAS, PILKADA, PILPRES dll, maka nilai gerejani/religi akan memudar. Simpel saja jawabnya, dengan sistem pemilihan seperti ini maka politik uang (money politics) akan sangat menonjol.
    Pimpinan yang terpilih dengan metode ini juga tidak akan lepas dari uang semasa kepemimpinannya.

    Saatnya HKBP meniru sistem pemilihan Paus di Kristen Katolik. Sistem ini sudah terbukti ratusan tahun.

    Tidak akan ada pembaharuan yang akan dilahirkan seorang pemimpin gereja apabila dalam proses pemilihanya sudah menggunakan politik uang. Dan HKBP Bandung Riau adalah korban dari pemimpin/pejabat HKBP. Hanya demi sesuatu yang menyangkut kekuasaan dan uang.

    Reply
  8. echa

    Kata2 Gubsu ttg
    ” Yang Berkelahi Itu sebenarnya adalah orang Batak, Bukan orang Protestan ”
    Kata2 ini amat sangat menyedihkan khususnya wat orang Batak, & saya termasuk orang yg sedih mndengarnya
    Tetapi kl d pikir2 dgn knyataan yg terjadi d Gereja saya
    (GPKG Upaya) kata2 ini sangat tepat..
    Jemaat dgereja saya tiap minggu belakangan ini berkelahi terakhir brkelahi kmarin minggu 07-09-2008
    karena uLah Ny. Ida Sibarani ( pdt GPKB Upaya yg suaminya situa d HKBP Pdk Kelapa )
    Wanita berpendidikan S3 tapi jahat
    ” AMAT SANGATLAH JAHAT ”
    karena kekayaanya telah menutup pintu hatinya.
    Semula kami jemaat GPKB Upaya senang dgn kehadiran dy, tp krn masalh pribadinya dgn pdt Siregar. Dy marah dan lama tak kegereja, entah mengapa setelah lama dy tidak hadir.
    keadaann gereja kami sepertinya mnjadi janggal
    Tiba2 saja sebagian jemaat meminta Pdt Siregar turun dr jabatnya dgn alasan sudah terlalu lm mjd pdt d gereja kami
    Semakin lm sebagian situa mengeluarkan surat pemecatan pdt Siregar yg tdk jls dr mana asalnya
    Terdengar dr byk jemaat bhwa ini semua ulah Pdt Ida sibarani
    Dy sakit hati dgn pdt Siregar (krn masalh pribadi mereka)
    Sebagian jemaat pro kpd Pdt Ida Sibarani & sebagian jemaat pro k Pdt Siregar
    Jemaat yg ikut oleh pdt Sibarani telah mengusir sec paksa kel pdt Siregar u/ keluar dr rmhnya yg ad d blkg geraja kami
    Mereka membuang barang2 Pdt Siregar (sangat jahat)
    Ternyata kerusuhan d gereja kami di dalangi oleh Pdt Ida Sibarani, yang membayar sebagian jemaat GPKB Upaya dengan uang.(maklum istri org kaya)
    Anehnya mgu kemarin d tengah keributan dy mendaftar mjd jemaat d Gereja Kami krn selama ini dy a/ Jemaat d Gereja HKBP Pdok Klp, yg lebih parahnya dy jg membawa adik dan ketua RW setempat masuk mjd jemaat baru d GPKB Upaya
    Sungguh memalukan selama dy mjd pdt d gereja kami dy tdk mendaftar mjd anggota gereja kami Alias ms gereja d HKBP Pdok Kelapa krn suaminya a/ situa d HKBP pdok Klp
    (gak jelas sebenarnya dy mau gereja d HKBP / GPKB??)

    Tolong buat warga HKBP Pdok Kelapa yg kenal dg NY. Ida Manurung Br Sibarani
    tolong sadarkan dy dan doakan dy supaya dy tidak membuat keributan Lg d gereja kami
    Dan Tolong ingatkan dy bahwa Pdt a/ seorang pemimpin
    Dimana pemimpin a/ org yg harusnya meluruskan masalah bukan memperkeruh masalah hnya karna masalah pribadinya
    Uang 200 jt yg dy bagi2kan u/ orang2nya tidak akan membawa damai d greja selama dy ms berkeras u/ menguasai Gereja GPKB Upaya.
    Dan bilang sebaiknya jgn mengeraskan diri seperti smsnya yg terlontar k salah 1 pemudi GPKB Upaya ” Hati gw sekeras Batu ”
    Apkah wajar seorang pdt berkata seperti itu, bahkan dy mengutuk pemudi itu krn masalah pribadinya
    (Memangnya Dy Tuhan mengutuk orang)

    Tolong Bantu keadaan gereja kami Gereja Punguan Kristen Batak jln Upaya Jakarta Utara. GBU

    THx

    Reply
  9. Nelson Sitohang

    Ruas na hinaholongan di Bandung Riau.

    Saya juga melihat sendiri di Sipoholon perjuangan Ruas HKBP Bandung Riau di Sinode Godang Minggu yang lalu. Sebagai Naposobulung saya sangat merasakan pergumulan jemaat Bandung Riau karena memang kita satu tubuh. Bersama teman2 Naposobulung dari beberapa di Distrik kami juga berbicara dengan para Ruas utusan untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dan apa sesungguhnya yang sedang diperjuangkan.

    Dari penjelasan Ruas Utusan dan Pendeta Bandung Riau dan juga penjelasan Ompu Ephorus 2 minggu sebelum Sinode, saya memahami (anggaplah kesimpulan saya sendiri) bahwa HKBP Pusat telah mempertemukan pihak2 yang berbeda pendapat dan sudah banyak kesepakatan yang sudah dibuat bahkan sudah ada penjadwalan pelaksanaan Ibadah dan kantor pelayanan bagi kedua belah pihak. Sayangnya kesepakatan2 tersebut belum mampu memuaskan pihak2 yang berbeda pendapat sehingga menginginkan adanya kondisi lain bagi salah satu pihak.

    Saya mohon maaf jika saya tidak pas dalam melihat dan menguraikan kondisi HKBP Bandung Riau (pendapat saya pribadi).

    Selama isu Bandung Riau bergulir dalam Sinode Godang HKBP 2008, di ruang sidang saya hanya bisa diam, merenung dan mempertanyakan: (1) Apa sebenarnya yang saudara2ku di Bandung Riau cari di Gereja? (2) Apakah Tuhan dimuliakan dalam perselisihan ini? (3)Adakah orang yang mau meletakkan ego, keinginan, kekuasaan, kepopuleran dan jasa2/sumbangan2 kepada Pembangunan Gereja di bawah kaki Raja Gereja demi kedamaian dan keutuhan jemaat Tuhan? (4) Bukankah Saudara2ku di Bandung Riau sangat diberkati Tuhan? dan tidak kebetulan jemaat Tuhan Bandung Riau di tempatkan Tuhan di Badung Riau, pasti ingin menjadi berkat bagi orang2 di sekelilingnnya.
    Jawaban pertanyaan ini mungkin bisa melembutkan hati kita dan mendengar suara Tuhan mencari solusi terbaik terhadap situasi jemaat Bandung Riau saat ini.

    Saya mengharapkan dan mendoakan agar perdamaian, persatuan dan pemulihan cepat hadir di Bandung Riau. Saya percaya situasi ini akan mendatangkan kebaikan bagi seluruh Jemaat Bandung Riau dan HKBP pada umumnya, jika kita mau mengandalkan Tuhan dan mau mencari dan turut dengan kehendak Tuhan dalam situsi ini.

    Mengenai sistem pemilihan pimpinan HKBP yang disampaikan jemaat Bandung Riau, tidaklah tepat jika disamakan dengan Pemilihan Pimpinan
    ORMAS, PILKADA, PILPRES. Satu hal yang membedakan adalah keyakinan bahwa semua yang terpilih merupakan pilihan Tuhan dan saya sangat yakin bahwa Tuhanlah yang memilih mereka untuk memimpin HKBP sesuai dengan rencana Tuhan. Saya tidak melihat ada politik uang tetapi perbedaan pendapat dalam menerima gaya kepemimpinan dan karakter figur2 pimpinan memang YA ADA. Tetapi ketika pemilihan sedang berlangsung bukankah semua sinodestan sudah berjanji akan memilih sesuai hati nurani melalui pimpinan Roh Kudus?, jika memang ada yang ingkar akan kuasa ini, tetaplah saya melihat dan yakin bahwa yang menang bukan karena suaranya banyak tetapi karena Tuhan memilih mereka. Tugas saya sebagai jemaat adalah mendoakan dan mendukung mereka agar tetap melayani di dalam takut akan Tuhan.

    Mauliate. HORAS.

    Reply
  10. Parhobas

    Perlu diwaspadai isu HKBP Jln. Riau Bandung ini dimanfaatkan orang luar HKBP untuk kembali mangobok-obok HKBP seperti jaman ORBA dulu.

    Kalau semua pihak mendahulukan kemuliaan Tuhan yang lebih besar dan takut akan Tuhan dalam menyelesaikan masalah ini, niscaya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.

    Bukanlah sifat mengalah demi kemuliaan Tuhan adalah yang membuat Dia tersenyum di surga?

    Horas,

    (CK)

    Reply
  11. Reddy S3

    horas……
    selain GM. Siahaan dan SAE Nababan, tidak ada lagi EPHORUS yang becus.
    Apalagi SI Napitupulu yang seperti PREMAN dan tukang KORUP itu. Jadi bubarkan saja HKBP titik.

    mauliate

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s