DR. IR. BENHARD SITOHANG

 

DR. IR. BENHARD SITOHANG dan Ibu R. br. GULTOM berpose di atas Ferry dalam perjalanan dari Parapat ke Samosir

DR. IR. BENHARD SITOHANG dan Ibu boru GULTOM berpose di atas Ferry dalam perjalanan dari Parapat ke Samosir

 

Salah satu tokoh idola mailing list marga SITOHANG sedunia saat ini pastilah Dr. Ir. Benhard Sitohang. Melalui milis yang umumnya beranggotakan generasi muda SITOHANG itu dia memberi pencerahan bukan saja masalah teknologi Informasi tetapi juga masalah budaya dan adat Batak terutama masalah Tarombo (silsilah) marga SITOHANG. Begitu bersemangatnya Benhard Sitohang soal tarombo ini sampai dia membuat satu site khusus untuk tarombo SITOHANG di website My Heritage yaitu http://www.myheritage.com/site-25885201/sitohang-web-site   

Tak bosan-bosannya dia menggugah setiap anggota milis yang belum mengetahui tarombonya untuk terus berusaha mencarinya. Hasilnya sangat menggembirakan. Beberapa anggota milis yang sebelumnya bahkan tidak pernah peduli dengan tarombonya akhirnya menjadi tergerak untuk mencari tahu hingga menyurati atau menelpon keluarga di kampung halaman untuk mencari tahu tarombonya seperti pengacara Perry Cornelius Sitohang (Jakarta), konsultan Manatar Sitohang (mahasiswa MBA Krannert School of Management di Indiana USA), wartawan Denny Sitohang (Medan) dan ahli listrik Johanes Sitohang (Tanjungpinang). Seruannya tidak hanya ditanggapi kaum pria yang termotivasi untuk menelusuri tarombonya tetapi juga yang boru Sitohang seperti Julianti Vera Nova Sitohang (Batam) dan Esther Sitohang (Medan).

 

Pomparan SITOHANG patut berbangga hati dengan tokoh yang satu ini,. Prestasi dan jenjang pendidikan yang tinggi hingga Perancis dan karir yang berhasil di ITB tidak membuatnya menjadi lupa dengan akar budayanya.

 

Benhard Sitohang adalah salah seorang cucu dari mantan Kepala Nagari Palipi Samosir Alexander Sitohang yang  menjabat sejak tahun 1920 hingga 1943. Kepala Nagari adalah jabatan kepala wilayah pada zaman kolonial Belanda yang saat ini setara dengan tingkat Kecamatan. Akan tetapi seorang Kepala Nagari pada zaman dulu memiliki wibawa moral yang jauh lebih tinggi dari yang dimiliki oleh Camat zaman sekarang. Hal ini dikarenakan pemilihannya selain didasarkan pada persyaratan pendidikan yang pada zaman itu masih sangat terbatas pada golongan tertentu, tetapi juga harus didukung oleh pemimpin-pemimpin marga dan raja-raja adat di Nagari tersebut. Oleh karenanya seorang Kepala Nagari harus memiliki kualitas kepemimpinan yang paripurna dalam masyarakat yang masih sangat lebih mengutamakan adat dan pada saat yang sama juga harus cakap dalam menangani administrasi pemerintahan Belanda yang terkenal rapih dan tertib itu.

 

Lahir di Palipi Samosir 54 tahun yang lalu, Benhard muda sejak TK di Palipi sudah menunjukkan kualitas diri yang istimewa. Ia menjadi murid kesayangan suster-suster Pembina TK Katolik di Palipi, karena rajin membantu membersihkan kelas, sehingga pulangnya sering terlambat. Oleh karenanya para suster sering memberinya hadiah postcard Bunda Maria. Sekolah Dasar dan SMP di Pematang Siantar dilaluinya dengan  prestasi selalu tampil sebagai juara di sekolahnya. Ia kemudian melanjutkan SMA di Jakarta yaitu di SMA PSKD II, Jl. Slamet Riyadi dan kemudian pindah ke SMA Negeri VIII. Dia juga lulus dari SMA dengan predikat Juara sekolah.

 

Benhard Sitohang kemudian melanjutkan pendidikannya ke Jurusan Teknik Elektro di ITB dan diterima. Sejak masuk hingga lulus prestasi belajar di ITB juga tetap istimewa sehingga sejak tahun kedua selalu memperoleh beasiswa sehingga tidak pernah bayar uang kuliah dengan uang sendiri. Bahkan sejak tahun ketiga Benhard sudah menjadi asisten di Lab Konversi dengan dan mendapat honor yang relatif besar untuk ukuran saat itu.

 

Ketika Pusat Komputer (PUSKOM) ITB membuka lowongan untuk jadi programmer komputer yang saat itu masih jenis generasi awal dengan komputer yang sangat besar ukuran fisiknyanya, tetapi kapasitasnya kecil, memory hanya 16 KB dia juga mendaftar dan diterima. Tentunya jadi programmer itu mendapat honor yang lumayan besar untuk ukuran pada saat itu. Pada saat itu yang namanya programmer dan tahu pake komputer tahun 1976, adalah termasuk kelompok elit di kampus ITB. Benhard mengenang saat itu, kalau jalan kemana-mana selalu bawa “punch card”. Menurut pengakuan Benhard, alasan masuk ke PUSKOM saat itu sebenarnya lebih dimotivasi karena gengsinya di masyarakat kampus yang tinggi. Maklumlah karena teknologi komputer saat itu masih sangat langka.

 

Pada tahun 1977, ada kesempatan ke LN  dari PUSKOM, untuk bidang komputer. Dia  kemudian ikut test dan diterima. Akhirnya tanpa mengikuti wisuda S1 di ITB, Benhard langsung berangkat sekolah ke Perancis pada Februari 1978 dan belajar komputer di Universite des Science et Technique de Languedoc hingga akhirnya lulus menjadi Doktor pada usia yang relatif muda yaitu 29 tahun.

 

Benhard memilih mulai bekerja sebagai dosen di alma maternya ITB tepat pada tanggal 28 Oktober 1983 yakni hari sumpah pemuda. Sepanjang karirnya di ITB Benhard sudah pernah menjadi Ketua Jurusan Teknik Informatika ITB tahun 1989-1992 dan menjadi Ketua Dept. Teknik Informatika tahun 200-2004. Selain itu dia juga dipercaya menjadi Senat  ITB tahun 2000-2001 dan Senat Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB tahun 2006-2007. Di luar ITB, Benhard Sitohang adalah konsultan IT Lembaga Pertahanan Nasional periode 2006-2008.

 

Dr. Benhard menikah dengan ibu br. Gultom dan dikaruniai empat anak, tiga puteri Naomi (mahasiswa ITB Fakultas Biologi tahun ketiga), Ramona (tahun ini mulai masuk ITB Fakultas Teknik Industri), Edina (SMA), dan seorang putera Immanuel (SD). Mereka tinggal di Bandung.

 

Disela-sela kesibukannya menjadi dosen senior di ITB mengajar mahasiswa dari strata1 hingga strata S3 dan menjadi pembicara berbagai seminar tentang IT di dalam maupun di luar negeri, Benhard Sitohang juga aktif mendalami kebudayaan Batak. Di rumahnya di Bandung dia mengkoleksi alat-alat musik uning-uningan Batak. Lebih dari itu kepeduliannya pada kebudayaan Batak dia tunjukkan dengan memberikan perhatian dan dukungan kepada artis-artis Batak, khususnya keturunan Sitohang dengan membantu mempromosikan mereka untuk tampil dalam pertunjukan. Dia aktif mendata keturunan marga Sitohang yang mempunyai talenta di bidang seni tradisional Batak. Hampir semua seniman Batak bermarga Sitohang sudah dia datangi dan jumpai.

 

Dr. Benhard Sitohang sadar betul sejauh-jauh dia melangkah dia tetaplah seorang cucu mantan Kepala Nagari Palipi Aleksander Sitohang yang dibanggakannya itu. Aleksander Sitohang adalah anak dari Raja Ihutan Sitohang (Op. Tahigumalak) keturunan  Simarsangarsang. Simarsangarsang adalah anak ketiga Dari Mangambat (biasa dikenal sebagai Sitohang Uruk). Dari Mangambat adalah anak tertua dari tiga bersaudara keturunan Raja Babiat. Dengan demikian Benhard Sitohang adalah keturunan SITOHANG generasi ke16 jika dihitung mulai dari Raja Babiat (Op. Tumohang).

About these ads

6 thoughts on “DR. IR. BENHARD SITOHANG

  1. benhard SITOHANG

    Bisa saja……

    Ralat sedikit ya :

    TK di Pematang Siantar, bukan di Palipi.

    Kerja di ITB bukan mulai 28 oktober 1983, tetapi Januari 1983.

    28 oktober 1983 itu justru adalah hari sidang S3 saya di Perancis. Pada hari itulah saya dihadapkan dengan team juri S3 saya, dan akhir sessi pengujian itulah saya dinyatakan lulus S3.

    Reply
  2. tagor hutasoit

    yaaaaaaaaaa,sdh bernasib bagus pinter lagi.kloplah.dan org spt bapak ini sdh sangat sulit dicari pada zaman edan ini.klu sekarang sdh banyak teal so hinallung,or tongkoringnya atau tong kosong nyaring bunyinya,success full 4 u.and G b u

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s