SIGALE-GALE

Sebuah tradisi yang unik dalam seni patung Batak adalah boneka yang dikenal dengan nama si Galegale. Di masa yang lampau, si galegale muncul dalam acara penguburan dimana ia berfungsi sebaga pengganti anak laki-laki orang yang dikuburkan yang tidak pernah memiliki anak laki-laki dalam hidupnya.

Boneka ini, digerakkan dengan tali temali yang menghubungkan berbagai bagian dari boneka tersebut yang dikendalikan oleh si pemain, turut menari (manortor) selama ritual penguburan bersama keluarga orang yang meninggal. Dengan bantuan bola yang dilembutkan dalam kepala boneka, beberapa boneka bahkan dapat dibuat seperti mengeluarkan air mata untuk “ayahnya” yang meninggal. Kepala si galegale ini diukir dengan roman muka yang sangat menarik. Alis mata dibuat dari tanduk kerbau dan daun telinganya diperindah dengan ornamen yang terbuat dari kuningan dikenal dengan nama sitepal.

Denny Sitohang, Medan)
Boneka Sigalegale (Foto: Denny Sitohang, Medan)
Sigalegale sedang menari

Sigalegale sedang menari (Foto: Denny Sitohang, Medan)

Pertunjukan Sigalegale ini saat ini secara teratur dapat dijumpai di Tomok Samosir.  Sejak orang Batak mulai menganut agama Islam maupun Kristen, pemakaian patung atau boneka Sigalegale dalam upacara pemakaman orang yang tidak mempunyai anak laki-laki sudah mulai ditinggalkan. Saat ini pertunjukan Sigalegale merupakan bagian dari atraksi budaya Batak khususnya untuk para wisatawan.

About these ads

6 thoughts on “SIGALE-GALE

  1. aku tertarik sekali sama tradisi/ritual/atraksi Sigale-gale ini, tapi data-data resmi tentang tata upacaranya, dan perlengkapan asli ritual (sebelum jadi atraksi wisata) dan setelah menjadi atraksi wisata apakah sama saja, atau seberapa banyak perubahannya, karena masuknya kristen dan islam atau ada pengaruh lain kah? tapi yang paling penting, dokumen tentang sigale-gale ini ada yang tau gak, supaya suatu ketika jika dipertanyakan, bentuk fungsi dan maknanya dapat dijelaskan oleh generasi penerus.
    HORAS

  2. Kalau dilihat dari gambar sigale-gale yang ada di internet objeknya itu-itu saja. Semua yang dipotret hanya sigale-gale yang ada di Tomok,Ajibata, apa tidak ada sigale-gale selain itu? Ada baiknya sigale-gale tidak disakralkan lagi, sehinga bisa dibuat replikanya dengan ukuran yang kecil dan dijual bebas di daerah wisata di Sumatera Utara sama halnya dengan keris, wayang di Jawa untuk dapat menambah penghasilan masyarakyat.

  3. sangat tertarik dengan sigale-gale. namun sampai saat ini belum ada informasi mengenai dimna sebenarnya asal sigale-gale pertama? pada tahun/ periode kapan si gale-gale muncul? apakah sigale-gale hanya mitos saja atau tidak? dimana bisa ditemukan Nai Manggale (sigale-gale dalam wujud perempuan)??
    mauliate buat yang bisa kasih info..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s